Catut Nama JOIN Makassar, Terduga Pelaku Penganiayaan Wartawan Dipolisikan

02 May 2020 00:00
Catut Nama JOIN Makassar, Terduga Pelaku Penganiayaan Wartawan Dipolisikan

POSMAKASSAR.COM – Pengurus DPD Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kota Makassar resmi mempolisikan Willem Pattiwaellapia, oknum pengusaha yang disebut mencatut nama JOIN dan mengaku wartawan sebuah media online, saat terjadinya dugaan penganiayaan terhadap seorang wartawan di Toko Bintang, Jalan Veteran, Kota Makassar, beberapa waktu lalu.

Laporan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kota Makassar, didampingi kuasa hukumnya dari LBHI Sulsel, Syamsumarlin SH itu, diterima piket Reskrim Polrestabes Makassar, Aiptu Mahayuddin Lau, pada Jumat (1/5/2020).

Sekretatis DPD JOIN Makassar, Sri Syahrir dalam uraiannya selaku pihak pelapor mewakili organisasi JOIN mengatakan bahwa pihaknya mempidanakan boss PT Benteng Biro Investigasi Nunusaku (Willem Pattiwaellapia) dan kawan-kawan, berdasarkan sejumlah bukti rekaman video, dimana yang bersangkutan terlihat secara bersama-sama dengan sejumlah orang mengintimidasi dan merampas peralatan pers milik korban atasnama Sya’ban Sartono Leky (36), wartawan Rakyat.news, pada Sabtu (25/4/2020) lalu.

‘’Dalam rekaman itu sangat jelas, Willem terlihat mengitimidasi wartawan. Bahkan beberapa orang lainnya merampas handphone (HP) dan menghapus video yang merupakan sebuah karya jurnalistik wartawan,” kata Sri Syahril saat memberikan keterangannya, Jumat (1/5/2020).

Selain itu, kepada korban, Willem yang juga mengaku berpangkat Sersan Satu (Sertu) itu, dengan jelas (dalam suatu rekaman video) telah mencatut nama JOIN Kota Makassar dan mengaku wartawan media Bugispos.

Namun, baik Sri Syahril, Ketua DPD JOIN Makassar Sabri, M.Kes, dan Ketua DPW JOIN Sulsel Dr Arry AS, S.Ikom, SH, MH, CPCE membantah pengakuan tersebut.

‘’Tidak ada anggota apalagi pengurus JOIN baik di DPD Makassar maupun di DPW JOIN Sulsel bernama Willem Pattiwaellapia. Ini jelas-jelas merusak nama baik organisasi,” tegas Sabri yang diamini Arry AS.

‘’Kalau dia pengurus wartawan dan pengurus JOIN tentu dia pasti tahu hak-hak seorang jurnalis saat melaksanakan tugasnya. Ini malah dia yang mengintimidasi dan menghalang-halangi tugas wartawan,” ungkap Sabri.

Diketahui, peristiwa tersebut terjadi di areal Toko Bintang, Jalan Veteran, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (25/4/2020) sore. Korbannya, Sya’ban Sartono Leky, wartawan salah satu media online di Makassar.

Selain oknum pengusaha tersebut, JOIN juga melaporkan sejumlah orang lainnya yang berada di lokasi kejadian, dan diduga turut serta melakukan tindak kekerasan, intimidasi, perampasan perlengkapan jurnalistik, penyekapan wartawan dan menghalang-halangi tugas wartawan.
Termasuk menghilangkan sejumlah rakaman video hasil liputan wartawan yang jadi korban kekerasan.

Sementara itu, Kuasa Hukum JOIN Makassar dari LBHI Sulsel, Syamsumarlin SH menjelaskan bahwa ulah Willem dkk sangat tidak menghargai profesi jurnalis. Apalagi yang bersangkutan juga mengaku anggota JOIN.

‘’Menghalangi kerja wartawan jelas merupakan perbuatan pidana. Ketentuan pidananya diatur dalam pasal 18 UU No, 40 tahun 1999 tentang Pers,” jelas Syamsumarlin.

Menurutnya, laporan JOIN Makassar ini dalam rangka menegakkan demokrasi. Sebab menurutnya, Pers adalah salah satu pilar demokrasi di negeri ini.

‘’Wartawan perlu dilindungi dan wajib dihormati. Apalagi profesi ini memang dilindungi oleh UU. Tidak boleh diitimidasi saat melaksanakan tugas-tugasnya. Siapapun yang melakukannya diancam pidana,” tegas Syamsumarlin.

‘’Kemudian juga terkait pencemaran nama baik JOIN. Kita harap kepolisian mengusut tuntas dan menangkap pelaku,” lanjut pengacara muda ini.

Sementara itu Sya’ban Sartono Leky, korban kekerasan yang dilakukan sejumlah oknum di areal Toko Bintang berharap apa yang dialaminya menjadi kasus terakhir yang menimpa wartawan di Indonesia.

‘’Sebab tindakan yang dilakukan oleh Willem dkk telah mencederai profesi wartwan Indonesia. Karena kasus ini sudah dilaporkan ke kepolisian, mari kita sama-sama mengawal dan sama-sama menghargai supremasi hukum,” tegas Sya’ban.

Ia berharap kepolisian bisa bertindak tegas dan profesional dalam menangani kasus ini.

‘’Kita semua tentu berharap penegakan hukum yang setinggi-tinggi dan kasus ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua,” timpal Ibrahim, salah satu wakil ketua di DPD JOIN Kota Makassar.(*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya