Hasil Rapid Test, Tiga Jemaah Masjid Muhammadiyah Tamalate Positif Covid-19

01 May 2020 19:19
Hasil Rapid Test, Tiga Jemaah Masjid Muhammadiyah Tamalate Positif Covid-19

POSMAKASSAR.COM – Tiga orang jamaah shalat tarawih di Masjid Ridha Muhammadiyah, jalan Tamalate Raya, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dinyatakan positif Corona Virus Disease (COVID-19) setelah menjalani ‘rapid test’ (tes cepat) usai menjalankan ibadah, pada Kamis (30/4/2020) semalam.

“Pada waktu kami melakukan ‘rapid test’ semalam di salah satu masjid di daerah Tamalate, ternyata ada tiga jamaah positif,” kata Pejabat (Pj) Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb, di Posko Induk COVID-19 Makassar, Jumat (1/5/2020).

Dengan adanya kasus baru tersebut, kata dia, maka penularan virus corona baru sudah terbukti melalui transmisi lokal, sehingga tidak ada jaminan tempat yang aman, di manapun bisa terjangkit COVID-19 termasuk di tempat ibadah.

“Itu tanda bahwa kita harus hati-hati. Bahwa di tempat tersebut sudah ada beredar. Jadi sekali lagi saya menyampaikan secara tegas, tidak ada toleransi bagi tempat-tempat ibadah untuk sementara menutup, agar tidak terjadi transmisi lokal perpindahan virus corona tersebut,” katanya.

Iqbal juga membantah keras informasi sesat bahwa pihaknya telah mengizinkan pelaksanaan sholat tarawih di masjid dalam kompleks dan di luar kompleks atau jalan raya. Ia menegaskan, hal itu sama sekali tidak benar dan tidak diperbolehkan. Sebab hal bisa ini memicu pergerakan warga untuk kembali kumpul-kumpul.

“Tetap itu dilarang di masjid manapun, tempat ibadah apapun untuk sementara ditiadakan. Informasi yang beredar itu tidak benar. Untuk itu mari kita sama-sama memahami isi dari PSBB dan menjalankannya sesuai aturan demi kita semuanya,” kata Iqbal.

Mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel itu menuturkan, orang terinfeksi COVID-19 yang memiliki imun kuat tidak terlihat gejala dan tanda-tandanya, masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG). Namun ia dapat menjadi pembawa atau ‘carrier’ virus tersebut dan menularkan kepada orang lain.

“Kita tidak tahu siapa yang merupakan OTG, carrier yang bisa saja datang ke tempat ibadah tersebut dan bisa terkena semua. Baik di masjid, di gereja, di pura dan lain-lain,” kata dia.

Untuk itu dengan kejadian tersebut, maka Pemerintah Kota akan lebih tegas dalam pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah berjalan satu pekan.

Adanya tiga orang jamaah masjid yang terpapar COVID-19, tentu menjadi pelajaran bagi semua warga di Makassar untuk mematuhi anjuran pemerintah tetap tinggal di rumah dan beribadah dari rumah untuk sementara.

Iqbal juga menyebut penularan COVID-19 akan terus bertambah bila masyarakat tidak menaati aturan pemerintah. Hingga hari ini ada penambahan 14 orang positif melalui penularan transmisi lokal.

Sementara Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar, Ismail Hajiali yang dikonfirmasi membenarkan 3 jemaah masjid tersebut positif Covid-19.

Menurut Ismail, pihaknya berinisiatif melakukan pemeriksaan rapid test, lantaran dalam masjid itu telah beberapa kali dipergoki melaksanakan shalat tarawih berjemaah.

“Jadi kita periksa 59 orang jamaah masjid Muhammadiyah itu, dan ditemukan tiga orang positif (Covid-19) dari hasil rapid test,” katanya.

Dari tiga jemaah yang ditemukan positif ini nantinya disebut akan menjalani swab test sebagai proses kelanjutan pemeriksaan rapid test.

Ismail mengatakan, para jamaah di Masjid Muhammadiyah sebelumnya telah ditegur berulang kali namun tetap tetap melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sebelumnya diimbau agar tidak dilaksanakan dulu untuk sementara.

Sementara Masjid Muhammadiyah untuk sementara, disebut akan dipasangi garis polisi (police line) sesuai dengan standar operasional (SOP) Covid-19.

Dari perkembangan terakhir, Jumat 1 Mei 2020, untuk Kota Makassar jumlah penderita positif COVID-19 sebanyak 367 orang. 246 orang diantaranya masih dirawat, 93 sembuh dan 28 orang meninggal.

Selanjutnya untuk Pasien Dalam Pemantauan (PDP) sebanyak 403 orang, 177 masih dirawat dan 170 sudah pulang atau sehat dan 53 meninggal. Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 933 orang, 231 orang masih dipantau dan 702 orang sudah selesai dipantau. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya