Berakhir 7 Mei, Iqbal Optimis PSBB Tidak Diperpanjang, Nunung : Pemkot Terlalu Lamban

04 May 2020 19:35
Berakhir 7 Mei, Iqbal Optimis PSBB Tidak Diperpanjang, Nunung : Pemkot Terlalu Lamban

POSMAKASSAR. COM – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah diefektifkan pelaksanaannya di Kota Makassar akan berakhir tiga hari ke depan, tepatnya Kamis (7/5/2020).

Penjabat (Pj) Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb pun menyampaikan optimismenya untuk tidak memperpanjang PSBB, jika kepatuhan warga terus menunjukkan peningkatan selama tiga hari ke depan.

Iqbal mengemukakan hal itu saat dimintai keterangan oleh sejumlah wartawan di Posko Covid-19 Kota Makassar, Jalan Nikel, Makassar, Senin (4/5/2020).

“Masih akan kita pantau terus hingga hari terakhir. Yang kita lihat selama ini angka pertambahan pasien yang positif relatif cenderung menurun, demikian juga tingkat kepatuhan warga menjalankan aturan PSBB juga cukup bagus,” katanya.

“Namun, kita tentu masih akan melihat hingga hari terakhir dan berkordinasi dengan Gugus Tugas Propinsi untuk dilakukan evaluasi dan melihat opsi-opsi yang akan diambil selanjutnya,” lanjutnya.

Sementara itu, terkait penerapan PSBB di Kabupaten Gowa, Iqbal menyambut gembira dan menyebutnya sebagai perpaduan yang bagus dari PSBB yang sudah berjalan di Makassar.

“Artinya baik yang dari Gowa ke Makassar maupun sebaliknya semakin ter-Screening lebih ketat. Kita berharap mobilitas warga semakin jauh berkurang menyusul PSBB di Gowa,” lanjutnya.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait penyaluran bantuan sosial yang sudah berjalan selama beberapa hari terakhir,
dia mengatakan, bantuan sosial dipastikan akan berjalan terus, dan ada beberapa program lain yang kini juga sedang running.

Antara lain, kata dia, Program Keluarga Harapan (PKH) yang berbasis untuk ibu hamil, ibu menyusui, lansia dan juga disabilitas. Yang tercatat itu otomatis nama ibu atau nama istri, ada juga Bantuan Pangan Non Tunai, Bantuan Langsung Tunai, Kartu Prakerja, serta bantuan Sembako.

“Ini yang kita usahakan agar tidak tumpeng tindih, makanya kami minta untuk terus di verifikasi agar tidak dobel, demikian pula kepada warga kami minta untuk terbuka dan jujur agar petugas dilapangan lebih mudah saat melakukan distribusi,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Iqbal juga kembali mengajak warga yang merasa pernah melakukan kontak dengan pasien positif untuk melakukan Rapid Test yang disediakan oleh Pemkot Makassar secara gratis.

“Kami sangat berharap kepada yang pernah kontak dengan pasien positif, ataupun yang habis berkumpul dan merasa ragu-ragu silahkan datang ke Puskesmas untuk dilakukan rapid Test secara gratis. Demikian pula jika ada kelompok masyarakat tertentu yang merasa perlu untuk melakukan Rapid test silahkan datang ke Puskesmas untuk kami layani,” lanjutnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Makassar Nunung Dasniar dihubungi secara terpisah, menyesalkan lambannya penyaluran paket sembako oleh Pemerintah Kota Makassar.

Hingga hari ke 11 PSBB, kata dia, penyaluran bantuan ke warga itu, belum juga tuntas.

Nunung mengharapkan Pemkot lebih peka melihat apa yang terjadi di masyarakat. Masyarakat sudah sangat membutuhkan bantuan tersebut.

Nunung melanjutkan, penerapan PSBB tinggal beberapa hari lagi. Ia pun menilai Pemkot Makassar saat ini tidak siap dalam menjalankan program PSBB untuk pencegahan Covid-19.

“Pandangan saya pemerintah kota sebenarnya belum siap untuk PSBB karena belum adanya pendistribusian sembako kepada masyarakatkan, terus tingkat keamanan juga masih belum signifikan dan warga seharunya diberikan edukasi dengan benar,” katanya.

Lambannya pembagian sembako akibat kacaunya pendataan penerima sembako. Sembako yang sempat tersalur ke masyarakat banyak yang terpaksa ditarik kembali karena tak tepat sasaran.

Ada ribuan warga yang menerima bantuan ganda. Ini terjadj karena lemahnya validitas data pemerintah kota.

Setelah 11 hari PSBB, Pemkot dikabarkan belum menuntaskan penyaluran sembako. Masih ada puluhan ribu paket yang belum didistribusikan.

Padahal pemkot menargetkan tuntas sebelum 1 Mei. Yang menjadi pertanyaan bisakah bantuan ini tersalur seluruhnya sampai akhir masa PSBB yang tinggal 3 hari lagi.

Nunung mengaku pesimis. Menurutnya, Pemkot terlalu lamban.

“Kalau seperti ini, saya tidak yakin ini bisa tuntas sampai 7 Mei. Ini kan membuktikan bahwa kita memang tidak siap melaksanakan PSBB,” ucapnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya