Ombudsman Dukung Sikap Tegas Satpol PP Makassar

05 May 2020 03:16
Ombudsman Dukung Sikap Tegas Satpol PP Makassar

POSMAKASSAR.COM – Ombudsman Makassar mendukung penuh langkah Satpol PP Kota Makassar dalam melakukan penertiban Usaha yang masih buka saat efektivitas pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlangsung.

Hal itu disampaikan Komisioner Ombudsman Makassar, Dr. Muh. Irwan melalui pesan Whatsapp. Senin (4/5/2020). Pihaknya menilai pengusaha bandel semisal pemilik Toko Agung yang disambangi Satpol PP baru-baru ini, telah melanggar aturan PSBB.

“Apa yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Makassar itu sudah benar dan sesuai aturan Permenkes RI No.9/2020 dan Perwali No. 22/2020 tentang pedoman PSBB. Apalagi Toko Agung itu sudah beberapakali ditegur namun selalu saja membandel, jadi wajar ketika usaha tersebut ditindak seperti itu, supaya ada efek jera. Kami sangat apresiasi itu, bahkan jika masih membandel bisa saja Pemerintah Kota Makassar mencabut izin dari usaha tersebut”, bebernya.

Irwan menambahkan, adanya pemberlakuan PSBB di Kota Makassar merupakan bentuk upaya pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19.

“PSBB ini berlangsung cuma 14 hari, harusnya seluruh elemen bisa bersama mendukung upaya agar pandemi ini cepat berlalu, sehingga masyarakat dapat kembali beraktifitas kembali secara normal seperti biasanya,”tutupnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya,
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar menertibkan sejumlah toko yang masih membandel buka di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar.

Salah satu diantaranya, Toko Agung di Jalan Ratulangi, yang sempat dirazia lantaran masih nekat buka, pada Senin (4/5/2020) siang kemarin.

Sekedar diketahui, toko yang menjual alat tulis kantor (ATK) itu kembali dirazia Satpol PP Kota Makassar, setelah kesekian kalinya ditemukan masih beroperasi di masa PSBB.

Hal itu membuat Kepala Satpol PP Kota Makassar, Iman Hud tak bisa menahan emosi. Bahkan, Imam terlihat sempat adu mulut dengan pegawai toko tersebut.

Dari video yang beredar, Kasatpol PP Makassar, Iman Hud, juga tampak bersitegang dengan sejumlah orang yang ada dipelataran toko itu, diantaranya karyawan toko, dua orang berbadan besar dan seorang wanita yang diduga sebagai pemilik toko.

Saat meminta toko untuk ditutup, wanita yang diduga sebagai pemilik toko Agung bahkan terkesan menantang petugas adu mulut. Hal itu kemudian disesalkan oleh Iman Hud.

Sedangkan salah seorang pegawai Toko Agung yang ditanya Imam Hud, malah mengelak dan mengklaim tidak melayani masyarakat dan hanya melakukan penjualan secara online. Padahal ditemukan sejumlah kendaraan pembeli yang terparkir di sekitar toko.

“Parkirnya dia sembunyi di samping. Parkir ramai, pembelinya juga ada di dalam (toko) makanya saya masuk. Ada ibu-ibu hingga anak-anak,” bebernya.

Perdebatan pun terjadi antara Imam Hud dan pegawai toko. Sebab, Imam Hud merasa dibohongi untuk kesekian kalinya.

Untuk itu, Imam Hud meminta kepada Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb untuk mencabut izin Toko Agung.

“Saya minta kepada Walikota untuk mencabut izin dan menerapkan pidana, karena sudah melanggar Perwali tentang PSBB,” pintanya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya