Mulawarman : Gubernur Hanya Tahu Minta Bantuan Pengusaha, Pakar : Pemerintah Tidak Profesional Terapkan PSBB

07 May 2020 04:04
Mulawarman : Gubernur Hanya Tahu Minta Bantuan Pengusaha, Pakar : Pemerintah Tidak Profesional Terapkan PSBB

POSMAKASSAR.COM – Pernyataan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) yang memberikan kelonggaran kepada toko-toko dalam rencana pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua di Kota Makassar, disoroti sejumlah kalangan.

Sebelumnya, NA dalam peryataannya diberbagai media mengatakan bahwa dalam masa perpanjangan PSBB Kota Makassar, dia berharap aturannya akan dilonggarkan, toko-toko boleh buka, serta petugas Satpol PP tidak lagi diperboleh menyemprot usaha warga yang kedapatan buka. Dia juga meminta maaf kepada para pengusaha karena perlakuan Satpol PP Kota Makassar yang selama pemberlakuan PSBB dianggap tidak pantas beradu
argumen dengan pengusaha atau karyawan toko.

Pemerhati sosial, Mulawarman pun angkat bicara. Dia menyebut tindakan Gubernur NA sangat keliru, apalagi meminta maaf kepada masyarakat (Toko Agung) dan terkesan menyalahkan petugas Satpol PP yang telah bekerja keras dan tegas menegakkan aturan PSBB Kota Makassar, yang tentunya juga disetujui pelaksanaannya oleh Gubernur Sulsel.

Menurut Mulawarman, tindakan Gubernur meminta maaf dan memberi sinyal mengizinkan Toko Agung dan toko lainnya kembali buka, ini sama saja Gubernur NA menginginkan rakyat di Makassar di masa PSBB tetap berada di luar rumah, di jalan-jalan menuju ke toko-toko untuk membeli segala keperluannya.

Sementara tujuan utama PSBB adalah untuk memutus penyebaran Covid-19, dan Gubernur Sulsel pasti tahu persyaratan utamanya, stay at home atau rakyat di rumah saja.

“Yang diinginkan PSBB itu, rakyat patuh di rumah. Ini rekomendasi utama WHO dan Presiden Joko Widodo dalam melawan virus Corona atau Covid-19 ini. Tetapi NA yang bergelar ‘Prof Andalan’ itu, malah sebaliknya. Dia justru terkesan mau warga Kota Makassar tetap berada di jalan,” ungkap Mulawarman.

Mulawarman dengan nada emosional mengemukakan, bisa diduga Gubernur Sulsel sangat berkeinginan PSBB di Makassar gagal.

“Dengan meminta toko-toko di Makassar tetap buka, itu berarti Nurdin Abdullah telah mengabaikan Perwali terkait PSBB Kota Makassar dan juga rekomendasi Dinas Perdagangan dan Dinas PMPTSP Kota Makassar yang telah mencabut izin usaha Toko Agung itu,” jelas Mulawarman yang mengaku teman KKN Nurdin Abdullah.

Mulawarman kemudian melanjutkan, tindakan dan sikap Gubernur itu jelas kontra produktif, dan membuktikan bila Nurdin Abdullah tidak pernah turun lapangan melihat kerja keras Satpol PP dalam menegakkan aturan PSBB.

“Dia tidak mau tahu sisi psikologi petugas Satpol PP di lapangan,” ujarnya.

Profesor yang katanya ‘andalan’ itu, lanjut Mulawarman, bisa dipastikan tidak pernah membaca pasal sanksi pada aturan PSBB, dimana petugas atau Satpol PP diberi hak untuk melakukan ‘upaya paksa’ seperti menutup dan mencabut izin toko yang membandel, dan menyiram warkop atau usaha yang tidak taat aturan PSBB.

“Karena tidak pernah turun lapangan dan mengikuti kerja anak buahnya di Gugus Tugas Covid-19, Nurdin Abdullah tentu tidak tahu bagaimana santunnya petugas Satpol PP menegur pemilik Toko Alaska yang sudah diingatkan agar tutup di jam sekian, tetapi esok harinya Toko Alaska tetap buka. Akhirnya dilakukan upaya paksa, Toko Alaska langsung disegel atau tutup sesuai jadwal tutup yang diatur PSBB,” beber Mulawarman.

Sama dengan Toko Agung, katanya, sehari sebelumnya juga sudah diingatkan, tetapi esok harinya tetap buka hingga membuat Satpol PP bertindak tegas melakukan upaya paksa, tetapi kemudian dilawan oleh pemilik toko.

“Akhirnya terjadi insiden, ada seorang Satpol PP memukul preman penjaga Toko Agung,” tambah Mulawarman.

Lanjut Mulawarman, Gubernur Nurdin tidak pernah melihat bagaimana kerasnya masyarakat yang bebal, tidak mau ikut aturan PSBB yang berusaha ditegakkan dengan berani dan tegas oleh Satpol PP.

“Gubernur hanya tahu meminta bantuan ke pengusaha. Dan hanya bisa menumpuk bantuan di Rujab lalu keliling kabupaten menyerahkan bantuan ke masyarakat,” kata Mulawarman yang juga yakin PSBB di Makassar akan terus berlanjut karena kepatuhan yang rendah dari masyarakat Makassar pada aturan PSBB, apalagi ditolerir oleh orang nomor satu di Sulsel.

“Paling kita bisanya kritik kebijakannya, meski kita tahu kritik kita dianggap angin lalu saja,” ujar Mulawarman tertawa.

Hal senada juga diungkapkan Pakar Ilmu politik dan pemerintahan Universitas Hasanuddin, Ali Armunanto. Menurutnya, publik perlu alasan tepat dengan adanya perlakuan istimewa terhadap Toko Agung selama pelaksanaan PSBB.

“Saya rasa gubernur harus memberi penjelasan tersendiri terkait hal ini. Pertama, karena toko Agung sudah melanggar aturan PSBB dan kemudian diberi sanksi oleh Pemkot Makassar. Kedua, bagaimana rasa keadilan pada toko-toko lain yang juga ditutup selama PSBB kemarin,” kata Ali Armunanto, Rabu (6/5/2020).

Maka dari itu, Ali Armunanto berharap kepada Nurdin Abdullah untuk belajar memahami poin-poin yang tidak boleh dilanggar didalam pelaksanaan PSBB.

“Saya rasa aturan PSBB sangat jelas tentang mana yang boleh dan tidak boleh buka selama PSBB. Jika gubernur betul memberikan izin untuk toko Agung kembali buka, maka tentu dia juga harus pertimbangkan toko-toko lain juga buka. Dan kejadian seperti ini memberi gambaran, betapa pemerintah sangat tidak profesional dan bekerja dengan sangat tidak koordinatif dalam menerapkan PSBB,” ungkap Ali Armunanto. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya