Pembekuan Izin Toko New Agung Tanpa Batas Waktu, Pemilik Akan Diseret ke Pengadilan

08 May 2020 01:11
Pembekuan Izin Toko New Agung Tanpa Batas Waktu, Pemilik Akan Diseret ke Pengadilan

POSMAKASSAR.COM –  Kasus pelanggaran Toko New Agung Makassar berbuntut panjang. Selain izin usahanya dibekukan tanpa batas waktu karena kedapatan buka saat pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Pemkot Makassar juga menyatakan akan menyeret pemilik toko tersebut ke pengadilan untuk proses pidana.

Kepala Satpol PP Kota Makassar, Iman Hud menyatakan hal tersebut, Kamis (7/5/2020). Menurutnya, kasus Toko New Agung belum selesai sampai pada sanksi pencabutan izin usaha saja.

“Setelah izinnya dicabut bukan berarti masalahnya selesai. Kita akan bawa ke ranah hukum, dan saya tidak main-main untuk hal ini. Saya hanya menjalankan amanah, termasuk toko lain yang tidak mengindahkan aturan PSBB,” jelas Iman.

Menurutnya, Toko New Agung telah berupaya mengelabui petugas, buka secara sembunyi-sembunyi, dan saat dilakukan razia, pihak pengelola dan karyawan toko tersebut melakukan perlawanan dengan cara menghalang-halangi petugas.

“Kami harus tegas, bukan cuma pedagang kecil saja yang diharuskan tutup selama PSBB. Apalagi pemilik toko New Agung itu merasa paling hebat. Sudah berapa kalimi ditegur, termasuk oleh pak Camat sama pak Lurah. Masih PSBK saja dia sudah buka sembunyi-sembunyi,” ungkap Imam Hud.

Terkait pemukulan yang dilakukan anggota Satpol PP terhadap salah seorang yang diduga petugas parkir Toko New Agung, Iman mengakui bila bawahannya siap untuk diproses jika ada yang merasa keberatan.

“Saya serahkan ke internal penindakan, ke pihak berwenang, saya limpahkan ke BKD. Menunggu keputusan dari BKD mau diapa itu anggotaku, pokoknya kita sudah siap,” ucapnya.

Sementara Kepala Dinas PMPTSP Kota Makassar, Andi Bukti Jufrie, yang dikonfirmasi wartawan menegaskan, ikhwal batas waktu pembekuan izin Toko New Agung sebagaimana dimaksud dalam Surat Keputusan Nomor : 505/18/S.KEP/DPMPTSP/V/2020, berlaku tanpa batas waktu.

“Jadi saya luruskan, pencabutan izin usahanya bukan hanya berlaku hanya pada masa PSBB. Tapi tanpa batas waktu. Toko New Agung bisa beroperasi kembali setelah ia mengantongi izin melalui prosedur mengurusan ulang yang ditetapkan,” ungkap Andi Bukti kepada wartawan, Rabu (6/5/2020).

Andi Bukti menjelaskan, selama masa pencabutan izin usaha, Toko New Agung sama sekali tidak boleh peroperasi. Meski itu transaksi secara online.

“Kalau ada transaksi setelah izin dicabut, itu sudah ranah pidana. Kami serahkan Satpol PP untuk menindakinya,” jelasnya.

Andi Bukti lebih jauh mengatakan, ada dua pelanggaran yang dilakukan Toko New Agung. Pertama, kata Andi, terkait dengan pelanggaran melewati batas jam operasi pada saat pembatasan sosial berskala kecil (PSBK). Pelanggaran terkait batas jam operasi ini telah disampaikan oleh pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Makassar.

“Yang pertama surat edaran Disperindag Kota Makassar terkait dengan jadwal aktivitas. Teguran ini sebelum masa pemberlakuan PSBB, dan pihak pengelolanya tidak merespon dengan baik,” ujar Andi Bukti.

Kemudian, tambahnya, Toko New Agung juga disebut melanggar Peraturan Walikota pada saat pelaksanaan PSBB.

“Ini juga dari Tim Gugus Tugas COVID-19 yang dikoordinir langsung oleh Kasatpol PP juga sudah menegur ketiga kalinya, bahkan tidak mengindahkan aturan Perwali 22 tersebut,” katanya.

Dari dua pelanggaran ini, Satpol PP Makassar bersama Dinas Perdagangan (Disperindag) lalu mengirim rekomendasi kepada DPM-PTSP Makassar untuk mencabut izin usaha toko New Agung. Rekomendasi dikirim beserta sejumlah catatan pelanggaran toko New Agung yang terjadi pada saat PSBK dan PSBB.

“Dengan dasar itu hingga kami terbitkan SK Pembekuan izin usaha toko New Agung,” jelas Andi Bukti. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya