Kasus Dugaan Perselingkuhan di Jeneponto, Istri Polisi yang Ditembak Patah Tulang

17 May 2020 00:09
Kasus Dugaan Perselingkuhan di Jeneponto, Istri Polisi yang Ditembak Patah Tulang

POSMAKASSAR.COM – Kasus penembakan oleh oknum polisi, Bripka Her (47) terhadap istrinya berinisial Has (42) dan anggota TNI Serda HD (46) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan masuk dalam proses penyidikan.

Bripka Her diketahui kini telah diamankan dan diperiksa oleh Propam Polda Sulsel.

Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan, Irjen Polisi (Irjen Pol) Mas Guntur Laupe mengatakan, Bripka Her tetap akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Pasti sudah ditetapkan tersangka,” ungkap Mas Guntur Laupe kepada awak media, Sabtu (16/5/2020).

Jenderal dua bintang ini mengatakan, Bripka Her kini ditahan di Markas Polda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan.

Selain dikenakan sanksi pidana, lanjut Mas Guntur Laupe, Bripka Her juga dikenakan saksi kode etik.

“Akan dikenakan juga kode etik profesi dia sebagai anggota Polri, jelas itu,” sebutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bripka Her menembak Has dan Serda HD setelah mengetahui bahwa istrinya sedang berduaan di dalam kamar bersama Serda HD.

Peristiwa tersebut terjadi di rumah Bripka Her, di BTN Syeh Yusuf Kolakolasa, Jalan Sungai Kelara, Keluhan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.

Istri polisi inisial Has dan selingkuhannya seorang anggota TNI Serda HD. Ia diduga melakukan hal tak senonoh sekitar pukul 23.00 Wita, Kamis (14/5/2020).

Saat memergoki istrinya, Bripka Her langsung emosi sehingga ia mengeluarkan tembakan peringatan.

Namun pelaku tak menghiraukan tembakan peringatan dan berusaha untuk merebut senjata Bripka Her.

Akibatnya pelaku melakukan tembakan terarah kepada kedua korban.

Has dikabarkan ditembak pada bagian paha satu kali, dan selingkuhannya HD ditembaki tiga kali bagian paha, perut dan dada.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua korban yakni Has dan Serda HD pernah menjalin kasih di masa muda. Keduanya juga masih memiliki hubungan kekeluargaan.

Namun, selama ini Bripka Her tidak pernah curiga bahwa istrinya berselingkuh dengan Serda HD.

Apalagi, sejak menikah hingga dikaruniai 4 anak, kondisi rumah tangga Bripka Her dan istrinya tetap harmonis.

Bripka Her merupakan salah satu anggota polisi yang bertugas di Makassar.

Sementara Serda HD merupakan seorang Babinsa yang berasal dari kesatuan Kodim 1425/Jeneponto.

Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe mengatakan penembakan itu dipicu dugaan perselingkuhan.

“Jadi suami-istri kan tinggal pisah tempat akhir-akhir ini, suaminya tinggal di Makassar, istrinya di Jeneponto,” kata Irjen Mas Guntur Laupe.

Sebelumnya, Kapendam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Maskun Nafik juga mengatakan, bahwa HD yang juga prajurit TNI itu, sementara menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Pelamonia. Dia mengalami luka tembak pada bagian dada dan paha.

Dari hasil pemeriksaan awal, lanjut Maskun, diduga kuat Serda HD mengalami dua luka tembakan. Tapi, baru satu proyektil peluru yang ditemukan karena luka di dada ini tembus ke punggung. Namun demikian, kondisi Serda HD saat ini sudah semakin membaik.

“Benar, memang terjadi penembakan. Korban saat ini sedang dirawat di RS Pelamonia dan telah di operasi. Memang ada luka tembak di dada, tembus ke pinggul dan satu lagi di paha,” kata Maskun saat dikonfirmasi, (15/5/2020).

“Kondisinya saat ini masih stabil. Dia dirujuk ke Pelamonia masih dalam kondisi sadar dan dia semakin membaik. Tapi saat ini masih berada di ruang operasi,” sambungnya

Sedangkan Has (istri Her), dikabarkan mengalami patah tulang ujung paha. Namun Has berhasil menjalani operasi.

“Sudah dilakukan pemasangan sekrup, pakai mor (mur) untuk tulang yang patah, yakni di ujung tulang paha,” ujar Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Bhayangkara Polda Sulsel, Kombes Farid Amansyah kepada wartawan, Sabtu (16/5/2020).

Selain itu, kata Farid, peluru yang mendarat di lutut Has bergeser ke bagian betis. Peluru tersebut sudah diangkat.

“Ditembak di lutut, bersarangnya di betis. Bergeser maksudnya pelurunya, jarak pertengahan betis orang dewasa,” terang Farid.

Namun Farid menjelaskan, pihak rumah sakit berhasil melakukan operasi. Kini Has sedang menjalani pemulihan kondisi di RS Bhayangkara Polda Sulsel.

“Iya, sudah pulih, istilahnya perawatan, pemulihan kondisi habis operasi,” katanya.

“Jadi sudah sadar, sudah dijenguk Danrem kok sama Kapolda, termasuk saya juga,” sambung Farid Amansyah.

Baik Serda HD maupun Has, yang ditembak oleh Bripka Her, sama-sama dievakuasi ke rumah sakit di Makassar. Ini lantaran keduanya mendapat sejumlah luka tembakan.

“Dua-duanya dioperasi. Korban laki-laki dioperasi di RS Pelamonia, yang perempuan dioperasi di RS Bhayangkara,” tutur Kombes Farid Amansyah. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya