Hasil Sidang Isbat, 1 Syawal 1441 H Jatuh Pada Minggu 24 Mei 2020

22 May 2020 22:27
Hasil Sidang Isbat, 1 Syawal 1441 H Jatuh Pada Minggu 24 Mei 2020

POSMAKASSAR.COM – Menteri Agama Republik Indonesia, A Fachrul Razi menetapkan Hasil Sidang Isbat Idul Fitri 2020/1 Syawal 1441 H jatuh pada Minggu 24 Mei 2020.

Hal ini diungkapkan berdasarkan hasil pemantaun hilal yang dilalukan di sejumlah titik wilayah di seluruh Indonesia.

Hasil pematauan hilal masih dibawah ufuk bahkan masih minus 4 derajat.

“Ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia dibawha ufuk, antara minus 5 derajat dan minus 3 derajat,” ujarnya,

Hasil sidang isbat, untuk diketahui umat Islam di seluruh Indonesia menggunakan dua metode yaitu Hisab dan Rukyat.

“Semuanya melaporkan tidak melihat hilal. Oleh karena dengan dua metode tersebut, Hasil Sidang Isbat Idul Fitri 2020 secara bulat menyatakan bahwa jatuh pada hari Ahad atau Minggu 24 Mei 2020,” jelasnya.

Pengurus Pusat Muhammadiyah :

Sedangkan Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah juga telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1441 H jatuh pada Minggu, 24 Mei 2020.

Dengan demikian, bulan puasa Ramadhan tahun ini akan digenapkan menjadi 30 hari.

Keputusan penetapan 1 Syawal 1441 H tersebut tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2020.

Menurut PP Muhammadiyah, ijtimak jelang Syawal 1441 H terjadi pada Sabtu Wage, 23 Mei 2020 pukul 00.41.57 WIB.

Tinggi Bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta (f= -07°48¢ (LS) dan l= 110°21¢BT) = +06°43¢31² (hilal sudah wujud).

Sementara di seluruh wilayah Indonesia, pada saat terbenam Matahari, Bulan berada di atas ufuk.

Dalam penentuan awal puasa Syawal 1441 H, PP Muhammadiyah menggunakan metode hisab.

Metode ini menghitung pergerakan posisi hilal di akhir bulan untuk menentukan awal bulan seperti Ramadan.

Jika penentuan awal Ramadhan dengan rukyatul hilal harus melihat bulan baru atau sabit, maka pada metode hisab tak harus melihat hilal dengan mata kepala telanjang tetapi bisa menggunakan ilmu.

Dengan hisab, posisi hilal akan bisa diprediksi ada “di sana” sekali pun wujudnya tidak terlihat.

Hisab menggunakan perhitungan ilmu falak atau astronomi untuk menentukan bulan baru atau sabit.

Sehingga dengan metode ini, posisi hilal dapat diperkirakan secara presisi tanpa melihat bulan baru sebagai penanda awal bulan.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) :

Hal serupa juga diputuskan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang menetapkan
Idul Fitri 1441 H jatuh pada Minggu 24 Mei 2020. Keputusan itu didasarkan atas laporan pemantauan hilal yang dilakukan tim Lembaga Falakiyah PBNU.

“Atas dasar tersebut maka dengan ini PBNU mengikhbarkan bahwa ibadah puasa Ramadhan tahun 1441 H istikmal 30 hari dan awal bulan syawal 1441 H jatuh pada hari Ahad (Minggu) 24 Mei 2020,” kata Ketum PBNU Said Aqil Siradj yang disiarkan di akun YouTube NU, Jumat (22/5/2020).

Berdasarkan laporan tim falakiyah NU, hilal di sejumlah wilayah Indonesia tidak terlihat. Karena itu, puasa Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari.

“Dalam rangka penentuan awal bulan syawal 1441 H tim rukyatul hilal lembaga falakiyah PBNU pada hari Jumat 22 Mei 2020 atau 29 Ramadhan 1441 H telah melakukan rukyatul hilal bil fili di sejumlah lokasi rukyat yang telah ditentukan dengan hasil hilal tidak terlihat,” ujar Said. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya