PSBB Makassar Tak Diperpanjang, Perwali Baru Longgarkan Kembali Aktivitas Warga

23 May 2020 00:28
PSBB Makassar Tak Diperpanjang, Perwali Baru Longgarkan Kembali Aktivitas Warga

POSMAKASSAR.COM – Masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Makassar telah berakhir, Jumat (22/5/2020) hari ini. Pemkot Makassar pun sepakat tidak lagi melakukan perpanjangan.

Dengan demikian, sejumlah aktivitas warga sudah bisa kembali dilakukan, termasuk menggelar resepsi pernikahan dan aktivitas belajar mengajar pada sekolah -sekolah akan dibuka kembali.

Penjabat (Pj) Walikota Makassar, Yusran Jusuf, mengemukakan hal itu saat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pembentukan Perwali tentang Penanggulangan Covid 19 Kota Makassar.

Rakor yang berlangsung di Kantor Balaikota Makassar, Jalan Jend Ahmad Yani, Jumat (22/5/2020) tersebut dihadiri oleh seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkot Makassar beserta Direksi PD Pasar Makassar.

“Hari ini kita sudah finalkan Peraturan Walikota (Perwali) tentang pelaksanaan protokol kesehatan di Kota Makassar. Ini kita lakukan setelah PSBB resmi tak lagi kita perpanjang,” kata Yusran Jusuf.

Menurut Yusran, Perwali yang diterbitkan Pemkot Makassar mengenai Covid 19 ini tentu memiliki perbedaan dengan penerapan PSBB yang sebelumnya telah berlangsung sejak 24 April 2020 lalu dalam skema dua tahap.

“PSBB kan ada pembatasan atau aktivitas sama sekali di tutup. Sedangkan Perwali baru kita
ini, nantinya memungkinkan untuk beroperasi semua tapi tetap akan kita tegakkan protokol kesehatan didalamnya,” ujar mantan Dekan Fakultas Kehutanan Unhas ini.

Salah satu contohnya, kata Yusran, sekolah akan kembali dibuka, tetapi akan ada aturan yang harus dipenuhi, antara lain jarak duduk antara pelajar nanti diatur berdasarkan protokol kesehatan.

Hanya untuk teknisnya, ia mengaku akan menyerahkan lebih teknis kepada Dinas Pendidikan Kota Makassar.

“Itu mungkin saja bisa dibuka namun tentu teknis pembukaannya diatur oleh dinas Pendidikan. Apalagi ini sudah tahapan penerimaan siswa baru. Mesti begitu saya merasa sekolah juga sudah lakukan pembatasan,” katanya.

Aturan yang diterapkan di sekolah sendiri bagi Yusran, itu sudah ideal.

“Umpamanya, ada 38 orang dalam satu kelas, itu saya kira sudah ideal,” sebut Yusran.

Dia juga membenarkan bahwa kegiatan pernikahan sudah bisa dilaksanakan, sepanjang mengikuti aturan protokol kesehatan yang akan ditentukan kemudian oleh pemerintah.

“Begitu juga pesta pernikahan, sudah bisa digelar, cuma jumlahnya akan kita atur. Misalnya ruangannya kapasitasnya 100 orang, bisa diatur 50 orang saja yang hadir,” kata Yusran.

Sementara menyangkut pelonggaran pada perbatasan kota, kata dia, sudah tidak seperti pada masa penerapan PSBB. Pos penjagaan yang ada di setiap perbatasan masuk ke Kota Makassar, juga akan di bubarkan.

Meski begitu, aktivitas kendaraan dalam area
kota akan diperketat, dimana akan dilakukan pemeriksaan seperti screening suhu tubuh dan kewajiban menggunakan masker saat keluar rumah dan pada tempat-tempat umum seperti pusat perbelanjaan.

“Dimana pun kita berada, intinya kita harus jaga protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak dan rutin cuci tangan,” katanya.

Adapun poin-poin Perwali baru itu, tambahnya, akan dirilis malam ini, dan mulai besok akan diberlakukan. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya