Dianggap Serampangan Keluarkan Aturan, Pj Walikota : Tak Ada Kebijakan Dilanggar

26 May 2020 19:59
Dianggap Serampangan Keluarkan Aturan, Pj Walikota : Tak Ada Kebijakan Dilanggar

POSMAKASSAR.COM – Dianggap serampangan oleh Gubernur Sulsel dalam mengeluarkan kebijakan ditengah pandemi Covid-19, Penjabat (Pj) Walikota Makassar, Yusran Jusuf tetap kukuh bahwa pesta pernikahan tidak melanggar aturan apapun dalam protokol kesehatan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengkritisi kebijakan Yusran yang memberikan kelonggaran bagi warga yang akan melaksanakan hajatan berupa pesta pernikahan di tengah pandemi Corona.

“Jadi tidak spesifik pesta, kalau kita baca protokol kesehatan, disitu kan ada aturan soal kapasitas ruangan. Jadi, didalamnya itu harus tetap menjaga sosial distancing,” jawab Yusran saat dikonfirmasi wartawan, di Gedung DPRD Kota Makassar, Selasa (26/5/2020).

Yusran pun dengan tegas menyebut bahwa kebijakannya itu tak salah dan tidak melanggar aturan.

Menurutnya, pesta atau resepsi pernikahan itu merupakan kegiatan sosial budaya. Olehnya, bisa saja dilakukan sepanjang pihak penyelenggara tetap menerapkan protokol kesehatan dan physical distancing.

Dalam protokol kesehatan, lanjutnya, hanya mengatur kapasitas orang dalam ruangan.

“Jadi tidak ada yang bertentangan, hanya spesifik kalau dibawa di satu aspek, apalagi itu (resepsi) kan termasuk kegiatan sosial budaya,” ujar Yusran.

Dalam aturannya, kata Yusran, dimungkinkan adanya pertemuan dalam jumlah terbatas.

“Dalam edaran Mendagri itu kan ada dua, bisa melakukan vidcon atau pertemuan dalam jumlah terbatas,” jelasnya.

Meski demikian, Yusran juga mengungkap bahwa dalam pelaksaan kegiatan dimaksud, tetap akan ada sanksi. Jika dalam pesta atau resepsi pernikahan tersebut nantinya pihak penyelenggara tidak mengindahkan protokol kesehatan, maka pihaknya dapat membubarkan secara paksa.

“Harus melakukan protokol kesehatan, ini kan ada sanksinya, kita bisa bubarkan kalau tidak mengikuti protokol kesehatan, kita bisa tegur, kita bisa pemaksaan pembubaran,” kata Yusran. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya