Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Makassar Belum Berlakukan New Normal

29 May 2020 06:34
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Makassar Belum Berlakukan New Normal

POSMAKASSAR.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, menyatakan belum bisa menerapkan kebijakan life new normal atau normal baru karena status angka Reproduction Number (RO) Corona Virus Disease (Covid-19) masih tinggi.

Seperti diketahui, sesuai syarat yang ditetapkan pemerintah pusat, normal baru bisa diterapkan jika angkanya di bawah satu persen.

“Jadi Makassar, kita RO-nya masih diatas 1. Secara normal kita belum bisa secara langsung menerapkan new normal, hanya ada beberapa kota dan provinsi yang bisa memenuhi syarat ini,” ungkap Penjabat (Pj) Walikota Makassar, Yusran Jusuf usai rapat koordinasi di Posko Induk Covid-19, Jalan Nikel Raya, Kota Makassar, Kamis (28/5/2020).

Menurutnya, saat ini Pemkot Makassar masih tetap memberlakukan Pedoman Protokol Kesehatan sesuai Peraturan Walikota Makassar Nomor 31 Tahun 2020. Sehingga langkah yang akan dilakukan, kata dia, tetap fokus pada penerapan aturan tersebut.

Selain itu, arahan presiden Joko Widodo tetap dijalankan dengan memperketat protokol kesehatan dengan menurunkan tim Satuan Tugas (Satgas) dari tingkat kecamatan hingga kota secara masif di lapangan.

Rencananya, tim Satgas dari kecamatan dan kota akan turun langsung ke tengah masyarakat secara serentak pada Jumat 29 Mei 2020 pagi.

“Secara masif kita akan turun mengingatkan masyarakat, melakukan edukasi secara supaya protokol kesehatan itu bisa lebih efektif diterapkan, agar kita bisa menurunkan RO dibawah satu persen, sebab kita masih status bencana nasional pandemi Covid-19,” paparnya.

Sebelumnya, pemerintah pusat dikabarkan akan memberlakukan new normal, namun ada syarat yakni dimana satu daerah tingkat RO harus dilihat dan menjadi pertimbangan.

Ditempat terpisah, Guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas sekaligus Ketua Perhimpunan Ahli Epidemologi Sulawesi Selatan, Prof Dr Ridwan Amiruddin menyebut, istilah reproduksi sebetulnya ada dua bagian, yaitu basic Reproduction number (RO), dan effective Reproduction number (Re/Rt).

Istilah RO adalah jumlah kasus baru yang tertular dari satu kasus infektif pada populasi sepenuhnya yang rentan. RO biasanya digunakan di awal adanya kasus atau pertumbuhan kasus secara eksponansial, untuk menunjukkan potensi besarnya pandemi.

Sementara istilah infeksi Reproduksi efektif atau Re/Rt adalah jumlah kasus baru yang tertular dari satu kasus terinfeksi pada populasi yang memiliki kekebalan sebagian atau setelah adanya intervensi.

Biasanya Re/Rt digunakan untuk evaluasi penyebaran penyakit, yaitu di masa sekarang ini. Dari definisi itu, istilah Ro tidak tepat lagi digunakan untuk melihat penyebaran virus sekarang. Tepatnya digunakan pada awal Maret lalu. Sedangkan untuk sekaran ini yang paling tepat dipakai adalah Re atau Rt.

“Pada Maret di Sulsel angka reproduksi atau tingkat penularan awal (RO) adalah tiga, artinya satu orang bisa menularkan virus corona tiga orang lainnya. Sekarang akhir Mei dengan berbagai program pengendalian dan pencegahan angka reproduksi (Rt) kita di kisaran 1,9,” bebernya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya