BPR Sulawesi Mandiri Tepis Isu Selundupkan Dana Nasabah

09 July 2020 21:35
BPR Sulawesi Mandiri Tepis Isu Selundupkan Dana Nasabah

POSMAKASSAR.COM – Pihak Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sulawesi Mandiri membantah tudingan yang menyudutkan terkait dugaan penyulundupan dana nasabah sebesar Rp 1,6 Miliar.

Sebelumnya, nasabah BPR Sulawesi Mandiri, Rike Handrivany dan Noor Ikhsan Syuhada kepada disejumlah media massa melontarkan tudingan tersebut.

Melalui Kuasa Hukum BPR Sulawesi Mandiri, Akhwad Rianto kemudian membantah tudingan terkait penyelundupan dana deposito Rp1,6 Miliar oleh BPR Sulawesi Mandiri itu.

Menurut Akhwad, hal tersebut merupakan Informasi menyesatkan dan membantah jika kliennya menyelundupkan dana miliaran rupiah tersebut.

“Berdasarkan tuduhan tersebut, kami pihak hukum BPR Mandiri ingin meluruskan dan mengklarifikasi berita tersebut bahwa apa yang disampaikan Rike Handrivany dan Noor Ikhsan Syuhada adalah hal yang tidak benar dan menyesatkan, tidak berdasar dan ini bisa mengarah pada perbuatan pidana,” ujarnya dalam jumpa pers di cafe Teraz Wirano Jalan Yusif Dg Ngawing, Kamis (9/7/2020)

Ia mengakui jika Noor Ikhsan Syuhada menjabat sebagai kepala cabang Maybank Syariah Makassar saat itu adalah nasabah BPR Sulsel Mandiri.

Akhwad menerangkan, pada 3 Juli 2015 lalu, Noor menyimpan dananya pertama kali sebesar Rp650 juta. Sejalan dengan suaminya, Rike Handrivany Burhanuddin juga menyimpan dananya di BPR Sulawesi Mandiri sebesar Rp500 juta pada 28 Maret 2016 lalu dengan Nomor rekening dan bilyet.

“Seluruh deposito atas nama Noor ikhsan Syuhada dananya keluar masuk sebanyak 13 kali transaksi yang dicairkan di bulan Agustus, September, Oktober dan November sedangkan deposito milik dari Rike dicairkan pada 1 September 2016. Sehingga seluruh deposito milik keduanya telah dicairkan melalui karyawan dari Noor Ikhsan Syuhada yakni Mahmud dan Gery di Maybank Syariah cab Makassar,” katanya.

Akhwad Rianto melanjutkan bahwa pencairan dana tersebut dilakukan oleh Gery selaku karyawan dari Noor.

“Mereka membuat bisnis kredit macet, kemudian dana yang ada di BPR Sulawesi Mandiri bertahap dikeluar masukkan. Dana yang disimpan pada 2016 itu sebenarnya sudah tidak ada dan ini proses pencairan dilakukan melalui lisan by phone email dan Whatsapp, semua proses pencairan telah diketahui Noor Ikhsan Syuhada,” katanya.

Sebelum kasus ini bergulir, Gery dikabarkan telah dilaporkan di Polrestabes Makassar namun tidak ditindaklanjuti karena tidak memenuhi unsur pada saat itu.

“Yang dilaporkan adalah anak buahnya sendiri yakni Mahmud dan Gery dan itu ada bukti perjanjian yang dibuat terkait dengan pengembalian dana yang dilakukan dan tidak ada kaitanya dengan Bank BPR Mandiri,” ungkapnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya