Meski Terapkan Protokol Kesehatan, IDI Makassar Nilai Pengunjung Bioskop Rentan Tertular Covid-19

13 July 2020 01:22
Meski Terapkan Protokol Kesehatan, IDI Makassar Nilai Pengunjung Bioskop Rentan Tertular Covid-19

POSMAKASSAR.COM – Bioskop dijadwalkan akan dibuka serentak ditanah air pada 29 Juli 2020. Hal ini kemudian memunculkan tanggapan sejumlah kalangan, tak terkecuali pihak organisasi kedokteran di Kota Makassar.

Pengunjung bioskop dianggap masih rawan tertular Covid-19 meskipun pengelolah bioskop telah menerapkan protokol kesehatan, seperti mengatur jarak 1 meter pada deretan kursi dan pembatasan jumlah pengunjung yang akan masuk dalam studio.

Dimata Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Kota Makassar, dibukanya bioskop di Kota Makassar, juga dianggap berpotensi menambah jumlah positif Covid-19. Terlebih karena Kota Makassar hingga saat ini masih termasuk salah satu daerah episentrum positif Covid-19 terbanyak di Indonesia.

“Yang harus kita ingat, Makassar saat ini penyumbang 80 persen dari jumlah yang terpapar di Sulsel, dan secara nasional Sulsel menjadi urutan tiga yang masuk zona merah,” ujar Humas IDI Kota Makassar, dr Wachyudi Muchsin saat dikonfirmasi, Minggu (12/07/2020).

Maka dari itu, lanjutnya, pembukaan bioskop di Kota Makassar sebisa mungkin dipertimbangkan kembali. Kalau perlu, kata Wachyudi, ditunda dulu hingga Kota Makassar masuk dalam zona hijau.

“Jadi, kami meminta ditunda sampai benar benar kita masuk zona hijau. Apalagi organisasi kesehatan dunia (WHO) telah mengeluarkan maklumat bahwa Covid-19 dapat ditularkan lewat udara, dan para pengunjung bioskop menyaksikan film lazimnya berdurasi rata-rata selama dua jam,” katanya.

“Saat ini ada aturan WHO terbaru virus corona menular lewat udara jadi bioskop ini AC Central dan bioskop orang ada didalam 1-2 jam lamanya saling menularkan, itu sudah potensi dapat ditularkan dalam ruangan yang kurang pertukaran udaranya,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, Coronavirus Disease (Covid-19) begitu cepat menular akibat memiliki empat sifat yang menunjukkan virulensi sangat reaktif, yaitu (1) Menular dari orang ke orang (human to human); (2) Menular pada saat penderita belum/tidak ada gejala (asymptomatic); (3) Menular trans-species (bisa antara spesies atau Human-Animal-Human); dan (4) Entry point penularannya bukan hanya via pernapasan (not only via respiratory), tetapi bisa menginfeksi jaringan mukosa, seperti pada selaput mukosa atau lendir pada mata, juga saluran pencernaan, dan tentu saja lewat saluran pernapasan sebagai jalur utama penularan penyakit ini. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya