Kantong Plastik Tak Disarankan Untuk Bungkus Daging Kurban, IDI Makassar Minta Panitia Gunakan Wadah Daur Ulang

22 July 2020 12:41
Kantong Plastik Tak Disarankan Untuk Bungkus Daging Kurban, IDI Makassar Minta Panitia Gunakan Wadah Daur Ulang

POSMAKASSAR.COM – Pada perayaan Idul Adha kebanyakan masyarakat di Sulawesi Selatan masih menggunakan kantong plastik berwarna untuk membungkus daging hewan kurban. Namun pada dasarnya, penggunaan kantong plastik berwarna tersebut tidak disarankan karena dianggap bisa berdampak buruk bagi kesehatan manusia.

Kantong plastik merupakan jenis sampah yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk dapat terurai secara alami.

Apalagi, kantong plastik hitam yang diketahui merupakan hasil proses daur ulang plastik bekas pakai itu, mengandung zat karsinogen yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Kantong plastik keresek berwarna, terutama hitam, dikabarkan merupakan produk daur ulang yang riwayat penggunaan sebelumnya tidak diketahui. Mulai dari bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, limbah logam berat, hingga kotoran hewan atau manusia.

Maka dari itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar menyarankan agar tak lagi menggunakan kantong plastik saat membungkus hewan kurban.

Humas IDI Makassar, dr. Wachyudi Muchsin mengimbau seluruh panitia kurban atau Idul Adha di kota Makassar , tidak menggunakan kantong Plastik Sekali Pakai (PSP) ketika membagikan daging kurban. Terlebih, menggunakan kantong plastik hitam yang mengandung zat berbahaya bagi kesehatan.

“Sebaiknya jangan menggunakan kantong plastik berwarna untuk membungkus daging kurban karena sangat berdampak buruk bagi kesehatan manusia,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (22/07/2020).

Ia menambahkan bahwa panitia hewan kurban sebaiknya menggunakan wabah yang ramah lingkungan. “Seperti daun pisang, daun talas, besek bambu, besek daun kelapa, besek daun pandan, atau bahan ramah lingkungan lainnya yang mudah dijumpai,” tuturnya.

Humas UIM Makassar juga ini menjelaskan bahwa plastik berwarna seperti hitam dan merah terbuat dari proses daur ulang.

“Ini lebih imbauan dari aspek kesehatan. Kita khawatir karsinogenik itu masih ada dan bisa menempel pada daging kurban yang dibagikan,”jelasnya.

Daging kurban diberikan pada warga dengan bungkus lain yang lebih aman seperti plastik putih atau bening.

Namun jika terpaksa menggunakan plastik berwarna diimbau untuk melapisi daging agar tidak langsung bersentuhan.

“Misal pakai pembungkus dulu seperti daun atau kertas nasi. Jadi daging tidak langsung bersentuhan dengan plastik hitam atau berwarna,” pungkasnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya