Jelang Hari Raya Idul Adha, PD Pasar Makassar Perketat Protokol Kesehatan

28 July 2020 23:30
Jelang Hari Raya Idul Adha, PD Pasar Makassar Perketat Protokol Kesehatan

POSMAKASSAR.COM – Menjelang perayaan hari raya Idul Adha, pengunjung pasar diprediksi bakal membludak. Untuk itu, PD Pasar Kota Makassar terus berupaya agar penerapan protokol kesehatan pada pasar-pasar tradisional diperketat.

Direktur Utama PD Pasar Kota Makassar, Basdir mengakui bahwa sejak Maret lalu pihaknya telah melakukan edukasi dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan di pasar-pasar tradisional. Namun khusus pada saat menjelang hari raya Idul Adha, pihaknya akan lebih memperketat penerapan protokol kesehatan sebagai antisipasi menghadapi lonjakan pengunjung.

Menurut Basdir, tantangan mengurus pasar sangat jauh berbeda dengan mengurus mall dan pasar modern lainnya. “Mereka di sana (Mall dan Pasar Modeten) pengunjung dan pengusahanya tertib. Tapi kalau di pasar pengunjung dan pedagangnya terkadang ngeyel,” kata Basdir kepada awak media, Selasa (28/7/2020).

“Tetapi itu menjadi tantangan kami di PD Pasar untuk melakukan himbauan, edukasi, bahkan kita bisa memberi sanksi jika telah berkali-berkali diberikan himbauan,” sambungnya.

Ia memastikan di seluruh pasar tradisional di Makassar telah disiapkan westafel portable untuk cuci tangan di setiap pintu-pintu masuk. Selain itu, katanya, juga telah terpasang spanduk berupa himbauan serta upaya menyiagakan petugas dari unsur TNI dan Polri pada sejumlah titik.

“Sekarang kita telah menyiapkan alat cuci tangan di setiap pintu masuk, ada spanduk himbauan, ada petugas-petugas kami dengan TNI/Polri untuk selalu memberi edukasi. Hingga berkeliling pasar untuk mengingatkan orang yang tidak pakai masker,” paparnya.

Di samping itu, PD Pasar juga berencana memasang tirai plastik di setiap lapak dan kios pedagang guna membatasi antara pembeli dan pedagang.

“Kami sudah uji coba di pasar Maricayya dan pasar Pabaeng-baeng. Selanjutnya 10 pasar akan kami pasangi semua,” terang Basdir lagi.

Dengan segala upaya dan terobosan yang dilakukan demi menghalau penyebaran Covid-19 di pasar tradisional, Basdir berharap kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya meneraplan protokol kesehatan untuk kepentingan dan keselamatan bersama.

“Ini sudah berjalan baik meskipun kami akui masih ada pelanggaran sekitar 20-30 persen. Mudah-mudahan bisa lebih maksimal lagi. Sekali lagi saya katakan, karakter orang di pasar tradisional berbeda dengan orang di pasar modern,” pungkasnya. (rls/fj)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya