Usdar Nawawi : Langkah Pj Walikota Tak Sejalan dengan Pesan Gubernur

11 August 2020 08:49
Usdar Nawawi : Langkah Pj Walikota Tak Sejalan dengan Pesan Gubernur

POSMAKASSAR.COM – Ada tiga pesan gubernur Nurdin Abdullah saat melantik Prof Rudy Djamaluddin pada Jumat, 26/6/2020 lalu. Pertama merangkul semua stakheolder, utamanya RT/RW sebagai garda terdepan melakukan edukasi dalam penyelesaian Covid-19. Kedua menyiapkan skenario di tengah Covid-19, sebab banyak masyarakat kita yang kehilangan pekerjaan. Ini harus jadi perhatian bagaimana mendorong ekonomi kita. Ketiga, gubernur juga perintahkan agar Pj Walikota segera menyusun langkah-langkah untuk optimalisasi pendapatan asli daerah. Sebab di tengah Covid-19 sumber pendapatan menurun drastis.

“Padahal pendapatan adalah sumber yang bisa kita kelola kembali untuk kesejahteraan masyarakat. Sekali lagi saya titip ke Prof Rudy ini agar bisa jadi perhatian” kata Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Dari tiga pesan tersebut, setidaknya dua pesan tidak dilaksanakan, yakni pesan kedua dan ketiga. Bahkan kedua pesan ini terkesan hanya digantung begitu saja sehingga tidak memberikan kepastian hukum bagi dunia usaha.

Demikian diungkapkan Usdar Nawawi, Ketua Umum Nurdin Abdullah Community (NAC) Sulsel, Selasa (11/8/2020) kepada awak media di Makassar.

Usdar Nawawi mengatakan, skenario mendorong bangkitnya perekonomian kembali dan langkah-langkah optimalisasi pendapatan asli daerah, sama sekali belum terlihat dilakukan Pj Walikota.

Bahkan sebaliknya, kata Usdar, justeru muncul pernyataan Asisten I, Muh Sabri, yang menyebutkan akan menutup usaha THM dan sejenisnya, termasuk melarang pesta atau resepsi pernikahan di hotel.

Kata Usdar, dengan melarang pesta pernikahan di hotel dan menutup THM dan sejenisnya, itu sudah tak sejalan dengan pesan gubernur dan akan kembali mematikan dunia usaha. Dan ini bukan sebuah skenario yang tepat dalam mengelola pendapatan daerah.

Seharusnya, kata Usdar, Pj Walikota membuat skenaryo yang tepat sejalan dengan pelonggaran suasana berusaha dengan keterlibatan Tim Covid melakukan pengawasan yang ketat soal protokol kesehatan. Pemerintah harusnya selalu hadir mengelola protokol kesehatan di setiap tempat usaha, tak tidak malah dengan entengnya melakukan palarangan.

Perlu diketahui, bahwa pelarangan usaha bukanlah solusi dalam menyiasati pandemi Covid-19. Solusi yang terbaik adalah melonggarkan suasana berusaha disamping memperketat pelasnanaan ptorokol kesehatan.

Protokol kesehatan juga tak dilakukan secara kaku, secara letterlet, misalnya saja soal menjaga jarak. Sebab, kata Usdar, tak semua usaha bisa menerapkan jarak minimal 1 meter, seperti salon, tukang cukur, dan lain-lain.

Pemerintah harusnya memberi solusi, bukan dengan mudahnya melakukan penutupan. Sebab hal itu akan berarti bahwa Pj Walikota tidak membuat skenario yang tepat dalam mengatasi hambatan dunia usaha untuk kembali melakukan kegiatan untuk menggerakkan roda ekonomi di tengah masyarakat.

Menurut Usdar, ada informasi bila Asisten I Makassar memerintahkan Kadis Pariwisata mengeluarkan Sura Edaran penutupan usaha Pariwisata tertentu di Makassar, itu sudah tak sesuai aturan yang ada. Sebab kewenangan Dinas Pariwisata telah diatur di Perda Nomor 5 tahun 2011, yang hanya sebatas bisa mengeluarkan surat edaran penutupan usaha pada hari-hari besar keagamaan.

Sedang bila Pj Walikota akan mengeluarkan surat edaran penutupan usaha, maka hal itu akan bertentangan dengan Perwali 36 tahun 2020 yang hanya mengatur soal protokol kesehatan pada tempat usaha. Bisa saja Pj Walikota melakukan penutupan usaha, bila kembali mengubah Perwali menjadi Perwali PSBB yang acuannya dari Permenkes. Namun dengan kembali membuat Perwali PSBB, itu akan menjadi lonceng kematian dunia usaha di Makassar.

Sehubungan hal itu semua, menurut Usdar, bila Pj Walikota Prof Rudy Djamaluddin tidak mampu menjalankan tiga pesan Gubernur Nurdin Abdullah tersebut dengan sebaik-baiknya, maka sebaiknya menyatakan mundur saja dari jabatan Pj Walikota, karena masih ada satu calon Pj Walikota lagi yang tersisa, yakni Denny Irawan yang kini menjabat Kadis Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel. Siapa tahu Denny Irawan yang mampu menjalankan tiga pesan Gubernur tersebut. (rls)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya