Kapolda Sulsel Diminta Hentikan Penambang Liar di Manggala

30 August 2020 21:19
Kapolda Sulsel Diminta Hentikan Penambang Liar di Manggala

POSMAKASSAR.COM – Aktivitas penambangan liar di Kelurahan Manggala yang terus berlangsung, menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, termasuk para pengguna jalan karena selain menyebabkan gumpalan debu, juga dikuatirkan akan merusak jalan akibat muatan truk penambang yang diduga over kapasitas sering melewati jalan umum disekitarnya.

Menurut warga, meski telah berulang kali diprotes masyarakat sekitar, namun penambangan tanpa izin itu tetap berjalan hingga saat ini.

Informasi yang dihimpun, saat ini kepemilikan lahan di lokasi tanah eigendom verponding itu, hingga kini masih bersengketa dan saling lapor antara sejumlah pihak yang mengklaim sebagai pemilik sah.

Namun, menurut beberapa tokoh masyarakat, bukan soal status tanahnya yang mereka persoalkan atau campuri, melainkan terkait izin menambangnya yang disinyalir ilegal dan cukup meresahkan warga sekitarnya.

“Yang kami persoalkan hanya izin penambangannya. Bukan status tanahnya. Beberapa waktu lalu juga pihak Pemkot Makassar, melalui DLH sudah jelas mengatakan bila penambangan itu ilegal,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat Manggala.

Penambangan ilegal itu, kata dia, hampir setiap tahun berlangsung. Bahkan Pemkot Makassar (pada era Walikota Ilham Arief Sirajuddin) sendiri pernah meminta agar penambangan di lokasi tersebut dihentikan karena bisa berdampak pada kerusakan lingkungan sekitarnya.

“Kami juga sudah menyampaikan laporan terkait penambangan liar itu ke Pemkot Makassar. Semoga cepat ditanggapi, sehingga tidak lagi terjadi penambangan di wilayah tersebut,” ujarnya.

Penambangan yang sudah berlangsung selama beberapa tahun itu, menurut warga, selama ini tidak tersentuh oleh hukum, karena diduga dilindungi oleh oknum aparat tertentu selama ini.

Menurut mereka, diduga kuat ada “permainan” dengan pihak berwenang yang menangani tambang galian ‘C’, karena sekalipun dilaporkan sampai ke Polda Sulawesi Selatan, aksi penambangan tetap saja berlangsung.

Babinkamtibmas Aiptu Faisal mengkui, masalah yang meresahkan masyarakat ini sudah dilaporkan pihaknya. Menurut dia, pihak Krimsus Polda Sulsel belum lama ini bahkan sudah turun ke lapangan melihat langsung kegiatan penambang liar di depan kampus STIBA tersebut.

Wartawan yang ke lokasi, pada Jumat (28/8/2020) pun menyaksikan kegiatan berdalih ‘pematangan’ lahan tersebut, dan masih menemukan aktivitas penambangan yang tetap berlangsung. Bahkan tanpa ada papan IMB untuk persiapan pembangunan perumahan, meski fondasi bangunan terlihat sudah banyak dibangun dilokasi.

Karenanya, masyarakat setempat berharap Kapolda Sulsel yang baru, Irjen Pol Merdisyam, bisa memberi perhatian khusus dan menghentikan serta menindak para pelaku agar masalah ini tidak berlarut-larut.

Sementara Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo yang dikonfirmasi via pesan singkat, pada Minggu (30/8/2020), belum memberikan tanggapan atas keluhan warga dan dugaan pembiaran aktivitas penambangan liar di lokasi tersebut. (**)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya