Bangun Asrama di Yogyakarta, Pemprov Sulsel Kucurkan Dana Sekitar Rp 4 Miliar

02 September 2020 19:36
Bangun Asrama di Yogyakarta, Pemprov Sulsel Kucurkan Dana Sekitar Rp 4 Miliar

POSMAKASSAR.COM – Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah melakukan peletakan batu pertama pembangunan Asrama Putri ‘Anging Mammiri’ di Kota Yogyakarta, Rabu (2/9/2020).

Asrama putri yang berlokasi di Jalan Kota Baru Yogyakarta ini, akan dibangun dua lantai dengan kapasitas 15 kamar tidur. Adapun alokasi anggarannya sekitar Rp 4.408.916.029 yang bersumber dari APBD Provinsi Sulsel tahun 2020, yang ditargetkan akan selesai dalam waktu empat bulan.

“Kita memanjatkan rasa syukur kita pada Allah SWT, alhamdulillah hari ini kita akan memulai pembangunan Asrama Putri Anging Mammiri di Kota Yogyakarta,” kata Nurdin Abdullah.

Nurdin menyebutkan, masyarakat dan mahasiswa Sulawesi Selatan yang ada di Yogyakarta cukup besar jumlahnya. Tentu hadirnya asrama sangat penting. Sehingga Pemprov terus mendorong penyiapan asrama.

Bahwa masyarakat Sulsel adalah perantau, termasuk anak muda dan mahasiswanya. Mereka selalu berusaha melakukan dan mendapatkan yang terbaik diperantauan, termasuk pendidikan. Walaupun sebenarnya, kampus atau perguruan tinggi yang berada di Sulsel tidak kalah unggul.

Di Kota Yogyakarta saat ini Pemprov Sulsel memiliki lima asrama, diantaranya Asrama Mattoanging, Asrama Putri Anging Mammiri, Asrama Latimojong, Asrama Bawakaraeng dan Asrama Sawerigading.

Hadirnya asrama diharapkannya akan membuat mereka semakin giat, memicu dan memacu semangat belajar mereka.

“120 hari ke depan, insya allah kita sudah bisa menempati tempat ini. Mungkin untuk sementara penghuni dari asrama ini, kita kontrakan dulu,” ucapnya.

Sedangkan, Kepala Badan Penghubung Daerah Sulsel, H. Ezra Silalahi menyebutkan, sejak tahun 2018 memiliki 11 asrama mahasiswa di pulau Jawa.

“Asrama Putri Anging Mamiri dan Asrama Putra Latimojong kondisi bangunannya sudah lama bocor dan kayunya lapuk, dindingnya juga sehingga sudah tidak layak ditempati adek-adek mahasiswa,” jelasnya.

Asisten 1 Kota Yogyakarta, Sisruwadi, menyatakan pembangunan asrama ini disambut baik oleh Pemkot Yogyakarta disertai harapan gedungnya menjadi simbol persatuan, menjadikan mahasiswa Sulsel senantiasa nyaman sehingga mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik.

“Selain itu dengan gedung ini, juga mampu menjadi rumah budaya, sarana memperkuat keanekaragaman dan kemajemukan, memperkaya khazanah budaya dan kekuatan dalam membangun persatuan,” ujarnya.

Di Yogyakarta, tambahnya, kehadiran mahasiswa dari berbagai penjuru tanah air, termasuk Sulsel, dinilai cukup signifikan memberikan kontribusi dalam pemanfaatan wawasan kebangsaan.

“Keberadaan masyarakat Sulsel yang berbaur dengan masyarakat setempat juga akan melahirkan suatu komunitas harmonis bernuansa miniatur Indonesia. Hal tersebut memberikan andil nyata dalam mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika,” sebutnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya