Enggan di Swab Test, IDI Makassar Menyayangkan Sikap Pj Walikota

23 September 2020 03:33
Enggan di Swab Test, IDI Makassar Menyayangkan Sikap Pj Walikota

POSMAKASSAR.COM – Setelah mendapat sorotan dari anggota DPRD Kota Makassar, kini Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar juga angkat bicara dan menyikapi pernyataan Penjabat (Pj) Walikota Makassar, Rudy Djamaluddin yang enggan di Swab Test usai melakukan kontak dengan Ketua KPU RI Arief Budiman yang dinyatakan terkonfirmasi positif 
Covid-19.

Humas IDI Makassar, dr Wachyudi Muchsin SH menyayangkan sikap yang ditunjukkan Pj Walikota Makassar itu karena hanya memilih di rapid test ketimbang melakukan swab test.

Menurut Wachyudi, rapid test selama ini tidak bisa dijadikan acuan untuk menentukan orang tersebut positif atau tidaknya terjangkit corona.

“Hasil rapid test positif maupun negatif itu semua palsu dan alat itu bukan rekomendasi IDI. Harusnya, pak Pj Walikota Makassar setelah bertemu dengan orang yang terkonfirmasi positif langsung melakukan isolasi mandiri dan melakukan swab test” katanya saat dikonfirmasi awak media, Selasa (22/9/2020).

Sikap yang dilakukan Pj Walikota Makassar dengan hanya memilih melakukan rapid test  tersebut dianggap tidak memberi contoh yang baik kepada masyarakat.

Sebab, sebagai tokoh publik seharusnya bisa lebih peka dan dapat memahami situasi pandemi saat ini.

Orang yang sudah bertemu dengan penderita Covid-19, lanjut Wachyudi, seharusnya langsung dilakukan swab test.

Bahkan, jika hasil swab test tersebut belum keluar, yang bersangkutan harus wajib melakukan isolasi mandiri di rumah.

Hal itu diperlukan untuk memutus potensi penyebaran virus kepada orang lain di sekitar.

“Hasil swab test menjadi rujukan utama kepada orang-orang yang sudah bertemu dengan penderita Covid-19. Kalau memang belum ada hasil tes swab  keluar, ya harus isolasi mandiri,” jelas Wachyudi Muchsin.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Penjabat (Pj) Walikota Makassar, Rudy Djamalauddin mengaku memilih untuk melakukan rapid test saja dan bukan swab test usai melakukan kontak dengan Ketua KP RI, Arief Budiman yang dinyatakan positif Covid-19.

“Saya tidak swab test, tapi saya rapid test sambil melihat perkembangan,”katanya.

Rudy menyebut sejumlah pejabat yang ikut dalam kegiatan pada saat itu telah melakukan swab test dan hasilnya negatif. Dengan begitu ia memilih rapid tes saja ketimbang swab test.

“Ibu rektor (Dwia Aries Tina Pulubuhu) sudah di swab dan hasilnya negatif dan orang yang sangat dekat dengan Ketua KPU, Asisten I (Andi Aslam Patonangi) juga sudah di swab dan negatif,” jelas Rudy.

“Saya berdekatan sama ketua KPU pada saat foto, itu saja. Hasil saya non reaktif. Yang penting pakai masker,” tambahnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya