Video ‘Air Terjun’ Dalam Kota Viral, Project Tol Petarani Makassar Akui Pipa Drainase Belum Terpasang Sepenuhnya

26 September 2020 16:11
Video ‘Air Terjun’ Dalam Kota Viral, Project  Tol Petarani Makassar Akui Pipa Drainase Belum Terpasang Sepenuhnya

POSMAKASSAR.COM – Viralnya sebuah video yang menunjukkan “air terjun” ditengah kota dibawah proyek pembangunan nasional Jalan Tol Pettarani Kota Makassar saat hujan deras, membuat pihak pelaksana kontruksi proyek dari Wijaya Karya (Wika) Beton angkat bicara.

Manajer Project Jalan Tol Pettarani Makassar, Didi Rustadi mengatakan bahwa terjadinya guyuran air layaknya air terjun dibawah proyek pembangunan jalan tol Petarani Kota Makassar itu, disebabkan belum tersambungnya pipa saluran drainase dari atas jalan tol.

“Pada saat kejadian memang kita sedang bekerja melakukan pemasangan saluran pipa drainase tiba-tiba hujan deras mengguyur sehingga kami hentikan sejenak pengerjaan makanya dibawah jembatan itu seperti air terjun ditengah kota,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (26/09/2020).

Ia menambahkan bahwa setelah hujan berhenti, pihaknya melakukan pengerjaan drainase jalan tol dengan menyambung pipa drainase dan menutup lubang-lubang dengan menyalurkan ke pipa bentuk horizontal yang kemudian dialirkan ke sisi kanan-kiri jalan tol.

“Kami telah melakukan pengerjaan penyambungan pipa drainase yang sempat tertunda karena hujan deras beberapa jam. Lobang drainase pada jalan tol telah ditutup dan dipasangi pipa secara horizontal yang kemudian dialirkan ke sisi kanan-kiri jalan tol, jadi tidak ada lagi guyuran air dibawah jalan tol, kalau memang ada, mungkin hanya seperti tetesan saja,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video viral dimedia sosial lantaran adanya air terjun ditengah proyek pembangunan jalan tol Petarani yang dikeluhkan warga pada hari Senin lalu, (21/09/2020).

Diketahui proyek nasional pembangunan jalan Tol Pettarani telah sampai 99 persen dengan pembangunan memakan waktu selama 3 tahun yang dimulai pada tanggal 30 April 2018, dengan target penyelesaian tol layang pada 30 September 2020, dan jalan arteri pada 31 Desember 2020. Nilai investasinya yang ditanamkan BMN pada proyek ini mencapai Rp 2,24 triliun.

Adapun titik awal tol berada di akhir Jalan Tol Seksi II, tepatnya di Persimpangan Jalan Urip Sumoharjo. Kemudian melewati Persimpangan Jalan Boulevard Panakkukan, Jalan Hertasning dan berakhir sebelum Persimpangan Jalan Sultan Alauddin.

Dengan tersambungnya tol layang ini dengan tol eksisting, maka seluruh ruas tol Seksi I-III akan berubah menjadi sistem operasi terbuka dengan total panjang 10,4 kilometer.

Setelah pekerjaan tol layang ini rampung, ruas tol yang menghubungkan kawasan komersial Pettarani tersebut bakal dibuka fungsional selama periode Oktober 2020—Februari 2021.

Selanjutnya, pada Februari 2021 atau setelah 4 bulan dibuka selama periode fungsional, jalan tol layang ini akan mulai menetapkan tarif kepada pengguna.

Proyek jalan tol layang AP Pettarani ini dioperasikan oleh PT Bosowa Marga Nusantara, dengan kontraktor pelaksana konstruksi adalah PT Wijaya Karya Beton. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya