Rudy Minta Pemkot Makassar Tiru Pemkab Bantaeng Soal Izin Investasi

30 September 2020 16:29
Rudy Minta Pemkot Makassar Tiru Pemkab Bantaeng Soal Izin Investasi

POSMAKASSAR.COM – Penjabat Kota Makassar, Rudy Djamaluddin meminta Ombudsman Kota Makassar mengawasi pelayanan publik khususnya pelayanan pemerintah daerah terhadap proses perizinan investor agar lebih dipermudah.

Menurutnya, investasi merupakan satu-satunya jalan untuk menumbuhkan ekonomi di suatu daerah. Apalagi Kota Makassar hanya bisa berkembang melaui pariwisata dan investasi. Untuk itu dirinya ingin Kota Makassar ramah terhadap investor.

“Sesuai arahan Presiden Jokowi satu-satu pertumbuhan ekonomi lewat upaya peningkatan investasi. Banyak invesrtor tidak masuk karena hanya mendapatkan kesulitan dikarenakan pelayanan pemerintah daerah. Ini harus kita perbaiki bersama,” kata dia, saat menerima kunjungan Ombudsman Kota Makassar di Ruang Rapat Walikota Makassar, Rabu (30/9/2020).

Rudy menjelaskan bagaimana Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah membangun Kabupaten Bantaeng selama menjabat bupati dua periode. Menurutnya, Bantaeng bisa dijadikan salah satu contoh keberhasilan pemerintah daerah menarik investor. Terbukti, Kabupaten Bantaeng kini menjadi barometer pembangunan nasional.

“Di Bantaeng, kalau ada investor masuk langsung dikasi karpet merah. Ivestor langsung diberikan kemudahan. Hal-hal menghambat bisa mengurus belakangan. Terbukti saat ini kementerian menyuruh pemerintah daerah belajar ke Bantaneg soal pembangunan ekonomi,” jelasnya.

Sementara Ketua Ombudsman Makassar, Andi Ilhwan Patiroy menyetujui keinginan Prof Rudy agar pelayanan yang diberikan kepada ivestor lebih dipermudah lagi. Ia juga melihat, ribetnya administrasi perizinan di Kota Makassar menjadi kendala tumbuhnya investasi.

“Betul kita tidak boleh mempersulit investor. Kalau ada mau masuk, masuk saja dulu silahkan bangun unit usahanya nanti dibelakangan diurus perzinannnya. Kalau izin dipermudah, investor-invesrtor lain pasti berdatangan,” katanya.

Ia juga menambahkan, pihaknya menemui Rudy untuk menyampaikan laporan kinerja Ombudsman Kota Makassar selama periode triwulan 1 dan triwulan kedua sesuai amanah Perwali nomor 2 tahun 2019.

“Di triwulan pertama itu kami banyak berkunjung ke 15 kecamatan untuk menyerap asiprasi masyarakat. Terkait triwulan kedua banyak kita temukan masalah bangunan soal IMB, masalah pembiayaan yang tidak sesuai aturan, dan masalah PPDB,” pungkasnya.(*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya