Terkendala Pembebasan Lahan, Pemerintah Minta Masyarakat Pangkep dan Maros Jual Tanahnya Untuk Pembangunan Kereta Api

02 October 2020 15:00
Terkendala Pembebasan Lahan, Pemerintah Minta Masyarakat Pangkep dan Maros Jual Tanahnya Untuk Pembangunan Kereta Api

POSMAKASSAR.COM – Lambatnya penyelesaian proyek kereta api di Provinsi Sulawesi Selatan disebabkan oleh masyarakat tak ingin memberikan lahannya untuk dibanguni rel kereta api dengan rute Kabupaten Barru hingga Kota Makassar Sulawesi Selatan sepanjang 142 Kilometer.

Kendala ditemukan di kabupaten Pangkep dan Kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Di kabupaten Pangkep sendiri, pembebesan lahan masih 10 persen saja padahal pembangunan rel kereta api sudah dimulai pada tahun 2015 sementara di kabupaten Maros baru mencapai 27 persen.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Timur kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Jumardi meresa kecewa atas lambatnya pembebasan lahan di dua kabupaten tersebut.

Ia menjelaskan bahwa di kabupaten Pangkep sendiri, 90 persen masyarakatnya menolak lahannya diambil oleh pemerintah untuk dibanguni rel kereta api sedangkan di Maros penolakan terjadi sekitar 73 persen.

“Saya sangat kecewa terhadap penolakan ini. Di Pangkep, sekitar 90 persen penduduk menolak pembebasan lahan, sedangkan di Maros penolakan terjadi sekitar 73 persen. Kalau bisa saya mau memasukkan di rekor MURI, Hanya di Sulawesi Selatan ini yang hampir keseluruhan penduduk menolak ganti rugi,” ujarnya, Jumat (02/10/2020).

Ia mengajak pemerintah daerah untuk terus mendukung program ini dan mengajak pemuka agama ataupun tokoh tokoh masyarakat untuk memberi pengertian kepada masyarakat.

“Saya pahami ini proses pertama pengadaan tanah sehingga masih bayak masyarakat yang belum paham. Olehnya saya berharap kepala daerah ikut memberikan sosialisasi ke masyarakat dengan menggalang tokoh tokoh masyarakat. Jangan anggap ini proyek Pusat, Ini uang rakyat sebesar 6 Milyar yang digelontorkan dalam proyek ini,” lanjutnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya