Anggaran Covid-19 Sebesar Rp 102 Miliar ‘Raib’, DPRD Kota Makassar Segera Bentuk Tim Hak Angket

04 October 2020 23:33
Anggaran Covid-19 Sebesar Rp 102 Miliar ‘Raib’, DPRD Kota Makassar Segera Bentuk Tim Hak Angket

POSMAKASSAR.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menyoroti penggunaan anggaran Covid-19 yang digunakan oleh Pemerintah Kota Makassar.

Pasalnya, anggaran anggaran yang diberikan sebesar Rp 200 Miliar dalam rancangan APBD-P diduga ‘disunat’ sekitar Rp 102 Miliar.

Oleh karena itu, DPRD Kota Makassar mengambil langkah untuk segera membentuk tim hak angket untuk memburu dana Covid-19 yang ‘raib’ dari rancangan APBD Perubahan tersebut.

“Kita akan kejar selisih Rp 102 miliar yang hilang dari APBD. Inikan aneh, sudah disepakati Rp 200 miliar tapi kenapa hanya Rp 98 miliar terealisasi. Karena itu kami akan bentuk hak angket untuk menyelidiki itu,” ujar Jubir Badan Anggaran DPRD Makassar Mario David, kepada awak media, Minggu (04/10/2020).

Ia menambahkan bahwa ada kejanggalan dalam penggunaan dana Covid-19 yang digunakan oleh Pemkot Makassar lantaran ada pegawai yang pembelanjaannya hingga Rp 30 Miliar.

“Ada beberapa yang harus kita perjelas. Selain selisih dana Covid, juga ada penambahan belanja tidak langsung pegawai yang mencapai Rp 30 miliar. Kenapa ada skema pengalihan seperti itu. Padahal prioritas anggaran perubahan ini untuk pemulihan ekonomi akibat pandemi,” katanya.

Mario David juga menyoroti terbitnya 5 SK Parsial yang mengalokasi anggaran sekitar Rp 263 miliar tanpa pembahasan di DPRD.

Kata dia, SK itu baru diketahui setelah dua kali penundaan rapat dokumen KUA PPAS.

“Nilainya juga luar biasa besar. Itu dianggarkan tidak ada hubungannya dengan penanganan Covid-19. Dalam SK parsial itu ada pengalihan Rp 30 miliar untuk belanja pegawai,” terang Mario.

Selain itu terdapat anggaran pengadaan truk sampah sebesaer Rp 60 miliar, pengadaan lahan parkir Rp 33 miliar, dan pedestrian di kawasan Tanjung Bunga senilai Rp 120 miliar.

“Ini kan anggaran aneh. Di tengah kesulitan masyarakat masih ada alokasi anggaran yang tidak penting,” katanya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya