Tinjau Rehabilitasi Irigasi Cenrana di Kabupaten Wajo, Wagub Sulsel : Selain Pengendali Banjir, Juga Akan Mengairi 2700 ha Sawah dan Kebun

13 October 2020 14:53
Tinjau Rehabilitasi Irigasi Cenrana di Kabupaten Wajo, Wagub Sulsel : Selain Pengendali Banjir, Juga Akan Mengairi 2700 ha Sawah dan Kebun

POSMAKASSAR.COM – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman meninjau proyek pengerjaan Rehabilitasi daerah irigasi D.I. Cenrana Kabupaten Wajo dengan dilengkapi perlengkapan keselamatan (safety first), Senin (12/10/2020).

Didampingi oleh Bupati Wajo, Amran Mahmud, mereka berjalan menyusuri rumah warga untuk melihat langsung progres pembangunan itu.

Proyek yang terletak di Desa Lampulung, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo itu dengan waktu pelaksanaan 160 hari kalender dan waktu pemeliharaan 180 hari.

Proyek rehabilitasi ini pekerjaan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulawesi Selatan dengan nilai kontrak sekitar Rp 20,5 Miliar merupakan Program IPDMIP atau Integrated Participatory Development and Management Irrigation Program dari pusat.

Rehabilitasi irigasi ini untuk normalisasi menggunakan pompa listrik.

“Alhamdulillah ada progres, kita cuma butuh masyarakat mendukung. Ini merupakan potensi,” ungkap Wagub Sulsel.

Nantinya irigasi ini, kata dia, bisa untuk pengendali banjir. “Paling penting masyarakat harus tahu jika ini bukan untuk dialihkan banjir kesini, itu tidak. Ini manfaatnya bagus sekali, ada kebun bisa mengairi 2700 hektar kebun di bawah. Mudah-mudahan bisa dilanjutkan bisa bermanfaat untuk masyarakat di bawah dan sekitar. Bisa dipake perkebunan. Termasuk ini pengendali banjir,” jelasnya.

Ia meminta penanggungjawab proyek untuk memperhatikan warga sekitar dalam pembangunan ini. “Harus (pekerjanya) dari sini juga. Pemerintah selain proyek yang dikerjakan, perlu menggerakkan ekonomi masyarakat dan perlu melibatkan masyarakat,” pinta Andi Sudirman.

Melihat kondisi Kabupaten Wajo yang kerap dilanda banjir dari air kiriman, Wagub Sulsel menyarankan agar melakukan pembicaraan bersama 3 kabupaten untuk solusi permanen.

“Kita butuh kerjasama untuk membicarakan, air yang masuk di danau Tempe dari mana saja. Lalu kita cari solusi apakah untuk dibendung atau sabo kantong sedimen di Hulu dll. Supaya air tidak ke sini semua. Setelah dibendung, kita perbaiki hutan di atas terakhir outer ring road sekaligus tanggul sebagai disposal pengerukan lengkap pintu airnya. Tapi yang paling penting harus ada kajian solusi permanen bersama” jelasnya.

Ia pun meminta dukungan kepada Bupati Wajo, Amran Mahmud untuk ikut membantu demi kelancaran proyek ini.

Dirinya pun sempat berencana membuat aturan agar setiap proyek Pemprov Sulsel, pelaksana dan konsultan pengawas dipilih dari warga di daerah lokasi pengerjaan itu. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya