Umroh Ditengah Pandemi, AMPHURI Sulampua Ungkap Beberapa Regulasi Dinilai Sulit

27 November 2020 18:34
Umroh Ditengah Pandemi, AMPHURI Sulampua Ungkap Beberapa Regulasi Dinilai Sulit

POSMAKASSAR.COM – Umroh ditengah pandemi Covid-19 dinilai memberatkan para agen travel haji dan Umroh di Kota Makassar pasalnya munculnya kebijakan atau regulasi yang baru dalam berumroh

Hal tersebut diungkapkan oleh Bidang Umroh DPD AMPHURI Sulampua, H Sahur Harun dalam kegiatan Ngobrol Umrah Bareng DPD AMPHURI Sulampua yang digelar di Warkop Upnormal Kamis (26/11/2020) kemarin.

Menurutnya, pemberangkatan umrah yang digelar sejak awal November ini masih percobaan. Hal tersebut dikarenakan Arab Saudi masih menyesuaikan regulasi dan prosedur umrah yang aman dari covid 19.

Sehingga kata Sahur, banyak prosedur yang telah dijalankan di Indonesia harus dilakukan ulang di Arab Saudi.

“Saat ini pemberangkatan masih coba coba. pada pemberangkatan Umrah sebelumnya, di Mekkah pun 90 persen waktu jemaah harus melihat mesjid dari hotel. Bentuk protokol yang telah memenuhi syarat dan diterima di Indonesia terkadang tidak memenuhi syarat di luar negeri,” bebernya.

Tidak hanya itu, menurut sahur yang menjadi kendala biasanya pada hasil swab yang barmacam macam, serta aturan yang berubah ubah setiap waktu.

“Saat ini kami masih menunggu informasi, sebelum pemberangkatan kami harus karantina sendiri, belum lagi penerbangan yang digunakan masih reguler dan belum ada yang khusus untuk penerbangan jamaah umrah. Setiba di Mekkah pun hotel yang digunakan adalah hotel bintang lima dan tidak sembarang hotel,”ungkapnya.

Sahur memprediksi jika nantinya jenis vaksin yang digunakan di Indonesia berbeda dengan Arab Saudi, maka dipastikan jamaah akan menjalani vaksin sebanyak dua kali. “Harus dua kali vaksin, di Indonesia dan dan di Arab Saudi,” katanya

Sementara itu Ketua AMPHURI, Ardiansyah Arsyad merasakan betul pengalaman umrah saat membawa jamaah beberapa waktu lalu. Menurutnya, pemberangakatan pasca covid 19 ini sangatlah sakral.

“Bagaimana tidak, kita seperti raja yang mana jamaah umrah sama banyaknya dengan penjaga yang mengawasi dan memperingati kita mengenai protokol kesehatan, belum lagi untuk swab yang dilakukan berulang ulang” tandasnya.

Lebih jauh Ardiansyah membeberkan bahwa jika ada jemaah yang terpapar covid 19 di Arab Saudi makan jemaah beserta rombongannya harus menjalankan prosedur yang berlaku.

“Jika 200 orang dalam satu group atau satu rombongan, semisal ada yang terpapar 2 orang, maka semuanya yang 200 orang ini harus di dikarantina” ujar Ardiansyah.

Maka dari itu, Bendahara AMPHURI, Suryadin Tosin menghimbau agar masyarakat lebih bersabar dan menunggu kejelasan regulasi umrah dari Arab Saudi sehingga ibadah umrah yang dijalankan jamaah tidak terhambat.

“Poin yang ingin kami sampaikan bagi jamaah yang ingin umrah bahwa saat ini regulasi masi di pelajari karena regulasi masih sering berubah. AMPHURI bekerjasama dengan Bank syariah terkait pembayaran umrah, jika jemaah ingin melakukan pendaftaran maka bisa menabung dananya terlebih dahulu sambil menunggu regulasi umrah yang lebih jelas,” imbaunya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya