Tertular Dari Orang Baru, 78 Pasien Gangguan Jiwa di RSK Dadi Makassar Dinyatakan Positif Covid-19

03 January 2021 07:05
Tertular Dari Orang Baru, 78 Pasien Gangguan Jiwa di RSK Dadi Makassar Dinyatakan Positif Covid-19

POSMAKASSAR.COM – Selain klaster perkantoran, wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) kini juga menghantui pasien gangguan jiwa di Rumah Sakit Khusus (RSK) Dadi Kota Makassar.

Sebanyak 200 pasien gangguan jiwa yang dirawat di RS khusus itu, tercacat 78 diantaranya telah terkonfirmasi positif Covid-19.

Kabid Keperawatan RSKD Dadi Makassar, dr Laelah Prih Haspari menyebutkan, dari total pasien yang terpapar 66 diantararanya merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG).

Meski begitu, mereka tetap dirawat di RS milik pemerintah ini, mengingat sampai sekarang Pemprov Sulsel belum menyediakan lokasi isolasi khusus untuk pasien gangguan jiwa.

Pihak rumah sakit hanya membedakan ruang isolasi untuk yang bergejala dan tanpa gejala. Karena untuk yang bergelaja, hanya batu-batuk dan demam ringan.

“Dari 78 pasien yang positif 66 diantaranya merupakan OTG, tapi kami memperlakukan semuanya sama. Mengingat di Sulsel belum ada tempat khusus untuk isolasi mandiri pasien gangguan jiwa,” ujar Laelah Prih Haspari, Sabtu (2/1/2021).

Diduga virus dibawa melalui salah satu pasien yang baru masuk.

Setelah dilakukan swab test massal didapatkan 78 orang dinyatakan positif Covid-19 dari 200 pasien.

“Sehingga dilakukanlah uji usap secara massal, dan dari 200 pasien gangguan jiwa yang dirawat, didapatilah 78 pasien positif,” jelasnya.

Dia juga tidak menampik, jika bisa juga covid-19 masuk dari dokter-dokter atau perawat-perawat yang bertugas.

“Yang kita juga tidak tahu bagaimana caranya, karena kejadian ini cepat dan langsung berentetan,” katanya.

Pihak pun rumah sakit terpaksa melakukan pembatasan terhadap pasien yang akan dirawat.

Pihak rumah sakit hanya akan menerima pasien yang kondisinya sudah mendesak untuk dirawat, dan harus menjalani uji Swab terlebih dahulu.

“Untuk menghindari penyebaran covid-19 lebih luas, kami menerapkan pembatasan pasien yang akan dirawat saja. Sementara, kami hanya akan menerima pasien gangguan jiwa yang kondisinya sangat mendesak untum dirawat, dan sebelumnya juga diwajibkan menjalani tes swab-PCR,” tutupnya.

Diketahui, RS Dadi merupakan rumah sakit rujukan khusus untuk menangani pasien dengan gangguan jiwa.

Namun, sejak April 2020 juga dijadikan rujukan untuk pasien Covid-19. (*/R)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya