Gubernur Soroti Kebijakan Pemkot, Pj Walikota : Pembatasan Operasional Usaha Tertentu Masih Dikaji

12 January 2021 05:05
Gubernur Soroti Kebijakan Pemkot, Pj Walikota : Pembatasan Operasional Usaha Tertentu Masih Dikaji

POSMAKASSAR.COM – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah memerintahkan Pj Walikota Makassar, Rudy Djamaluddin untuk mengkaji ulang pembatasan operasional usaha-usaha tertentu yang saat ini diterapkan.

Sementara Pj Walikota Makassar mengakui bahwa penerapan pembatasan jam operasional itu, saat ini masih menunggu kajian teknis dari Satgas Covid-19.

“Sementara kita minta kajian dulu, kita lagi siapkan beberapa opsi apakah kita putuskan, teruskan atau kerja malam yang kita tambah longgarkan sedikit ya atau bagaimana saya lagi menunggu kesimpulan akhir daripada tim yang tadi mendiskusikan,” kata Rudy, Senin (11/1/2021).

Rudy menjelaskan, pihaknya belum bisa mengambil sikap terkait aturan perpanjangan pembatasan jam malam. Namun sejumlah opsi akan dilakukan dengan menambah jam malam sejumlah tempat hingga pukul 22.00 Wita.

“Evaluasi yang sudah kita bikin, apa saja pengaruhnya dan bagaimana menyusun langkah-langkah kita nanti ke depannya. Inilah kita kaji apakah kita teruskan jam 19.00 Wita ini ataukah mungkin jam 19.00 Wita-nya kita tambah sampai jam 22.00 Wita malam untuk memberikan kesempatan usaha lain bisa beroperasi atau bagaimana,” katanya.

Kata dia, Pemkot Makassar sendiri sementara mengkaji dampak ekonomi dari pembatasan jam operasional tersebut. Kajian itu antara lain, melihat potensi penyebaran Covid-19 dan melihat perkembangan UMKM Makassar saat aturan itu diterapkan.

“Ini kan masalahnya kita ini masih mencari keseimbangan yang paling baik antara upaya kita mengendalikan Covid-19 dengan pemulihan ekonomi. Intinya harus kita cari cara yang seimbang,” terangnya.

Rudy mengklaim bahwa aturan jam operasional usaha ini membawa dampak baik bagi pengurangan penyebaran Covid-19 di Makassar. Dampak baik itu berupa pengendalian virus corona dan banyaknya yang dinyatakan sembuh.

“Saya masih tunggu teman-teman evaluasi ini. Kalau kita lihat, pembatasan operasional ini memang ada pengaruhnya, paling tidak dalam satu minggu terakhir sudah kelihatan hasilnya, sudah mulai datar, dulu kan naik terus kayak tangga naik, dia kan sekarang ini sudah tidak lagi. Tingkat kesembuhan juga kan sudah mulai naik, ini menandakan bahwa pengaruhnya ada dalam menjaga atau memutus potensi-potensi penularan virus ini,” paparnya.

Diketahui, sebelumnya Pemkot Makassar telah mengeluarkan surat edaran terkait pembatasan jam operasional usah tertentu di sejumlah tempat di Makassar. Usaha dimaksud seperti tempat keramaian, restoran, warung kopi, dan kafe sejak 4 hingga 11 Januari 2021.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah meminta Rudy mengkaji ulang pembatasan jam operasional usaha tertentu itu. Nurdin bahkan mengingatkan Rudy untuk menyelamatkan ekonomi di tengah pandemi, khususnya sektor UMKM.

“Saya minta (evaluasi) Pak Pj Walikota, apakah ada dampaknya jam malam itu dengan pertumbuhan kasus Covid-19 ? Kalau kasusnya jalan terus, ya kita juga harus selamatkan ekonomi kita juga,” ujar Nurdin dalam keterangannya kepada wartawan di Makassar, Senin (11/1/2021).

Nurdin lalu menyebut sejumlah UMKM cukup tertekan saat Pemkot Makassar menerapkan jam malam yang hanya boleh berjualan hingga pukul 19.00 Wita.

“Kasihan kan para pedagang-pedagang, UMKM, penjual martabak, pisang epe dan usaha hiburan yang buka pada malam hari,” katanya (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya