Resmi Terbentuk, Tim Transisi Screening Program Strategis Danny-Fatma

01 February 2021 21:38
Resmi Terbentuk, Tim Transisi Screening Program Strategis Danny-Fatma

POSMAKASSAR.COM – Tim Transisi yang dipimpin Prof Yusran Yusuf mulai melakukan screening visi-misi dan program strategis sebelum pasangan Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto-Fatmawati Rusdi resmi menjabat sebagai Walikota-Wakil Walikota Makassar.

Dalam proses screening yang dilakukan di ruang rapat kediaman Danny Pomanto, Jalan Amirullah, Senin (1/2/2021), tim transisi mulai membedah satu persatu dari 24 program strategis Danny-Fatma, seperti yang telah dijanjikan selama masa kampanye Pilwalkot Makassar lalu. Dari 24 program strategis tersebut juga nantinya akan menjadi 100 program inovasi yang akan diimplementasikan pasangan Danny-Fatma.

Tim transisi bentukan Walikota Makassar terpilih ini, juga akan segera melakukan evaluasi sejumlah permasalahan yang terjadi pada masa kepimpinan Pj Walikota, mulai dari Iqbal Suhaeb hingga Rudy Djamaluddin.

Menurut Danny, tim transisi memiliki 3 peran khusus, mulai dari persiapan sebelum pelantikan, proses penyusunan kabinet setelah pelantikan, serta fase ketiga tim transisi akan berubah menjadi holding untuk mengawal seluruh program yang akan dijalankan SKPD yang telah ditentukan sebelumnya.

Lebih jauh Danny menjelaskan, tim transisi itu bertugas untuk mendalami visi-misi terlebih dahulu. Lalu mengukur kedalaman program strategis, untuk dicocokkan dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Misalnya, soal revolusi pendidikan semua orang harus sekolah. Itu dicari tahu, berapa SKPD yang harus terlibat di situ, leadingnya siapa? Kapasitas organisasi apa yang bisa menjalankan ini barang,” jelasnya

“Jadi ada 24 pekerjaan besar, yang harus dipersiapkan sebelum pelantikan, jadi hampir dipastikan, bahwa mereka memang tidak membutuhkan Pj,” lanjutnya.

Kemudian setelah Danny dilantik, tim transisi ini akan kembali mempersiapkan kabinet definitif.

Pada fase inilah, kata Danny, timnya akan mengevaluasi semua kebijakan Pj Walikota sebelumnya, mulai dari Prof Iqbal, hingga Prof Rudy.

“Maka pada fase ini, tim transisi mengevaluasi semua kebijakan Pj, mulai dari Iqbal, dengan Pak Rudy ini dievaluasi, apa yang dilanjutkan, apa yang dihapus, seperti yang beliau (Rudy) sampaikan, hapus saja di (APBD) perubahan,” katanya

“Tetapi tidak sesederhana itu, karena kita selalu bergerak dengan konsep, tidak dengan bahasa Makassar, yaitu kajili-jili, itu tidak ada. Saya tidak mau melanjutkan kajili-jili itu. Harus butuh akademik, ada alasannya dan ada expertnya,” sambungnya.

Fase ketiga, ungkap Danny, setelah kabinet berjalan, tim transisi akan memonitoring seluruh konsep program yang berjalan.

“Fase ketiga setelah kabinet berjalan, dia monitoring seluruh perjalanan dan ini pertahun, jadi bisa diganti, bisa tetap, tergantung nanti bagaimana evaluasinya,” ungkapnya.

Diketahui, tim transisi yang dibentuk terdiri beberapa pakar yang memahami tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, selain Prof Yusran Yusuf, juga ada Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Hasanuddin, Prof Aminuddin Ilmar, Prof Anwar Guru Besar Pendidikan dan Ekonomi dari Univ. Negeri Makassar, ahli tata ruang dan perkotaan Dr Naidah Naing, serta tokoh koalisi keumatan Ustaz Iqbal Djalil.

Selain itu, tim transisi juga melibatkan pakar hukum Unhas Dr Sakka Pati sebagai sekretaris dan aktivis perempuan Henny Handayani sebagai juru bicara. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya