Oknum Dosen UIN Disorot, Minta Bunga Ke Mahasiswa Sebagai Syarat Konsultasi Skripsi

03 February 2021 17:06
Oknum Dosen UIN Disorot, Minta Bunga Ke Mahasiswa Sebagai Syarat Konsultasi Skripsi

POSMAKASSAR.COM – Seorang mahasiswa mengeluhkan prilaku tak terpuji seorang oknum dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Dosen berinisial GNH, disebut meminta dua jenis bunga mahal kepada sejumlah mahasiswa, jika ingin konsultasi skripsi kepada dirinya.

Jenis bunganya yang dimintanya pun tak murah, harganya berkisar Rp 400.000 hingga Rp 800.000, dengan jenis bunga tertentu seperti Aglonema, kuping gajah, Lily, Keladi, Bogenville dan Asoka.

Tanaman hias tersebut, konon merupakan syarat untuk melakukan konsultasi skripsi dalam rangka penyelesaian masa studi mahasiswa di kampus itu.

Salah satu kerabat mahasiswa yang menjadi korban, Muhammad Aldi mengatakan bahwa keponakannya hingga kini tertunda untuk menyelesaikan skripsinya sejak tahun 2019 setelah oknum dosen tersebut meminta sejumlah jenis bunga untuk konsultasi skripsi.

“Keponakan saya mengeluhkan tindakan dosennya itu yang meminta bunga untuk konsultasi skripsi. Mirisnya, ternyata setelah diusut bukan cuma ponakan saya saja yang persyaratkan semikian. Tapi ada sekitar 6 mahaaiawa lain pada jurusan farmasi mendapatkan hal miris seperti itu,” ujarnya kepada Posmakassar.com, Rabu (03/02/2021).

Ia mengakui, persoalan itu sudah pernah dilaporkan ke Rektor UIN Alauddin Makassar melalui perantara kerabatnya. Hanya saja, sampai kini belum ada langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Untuk itu, dia berharap agar pimpinan kampus bisa bertindak cepat dan tegas sehingga perbuatan demikian tidak lagi terjadi pada mahasiswa lainnya.

“Ini tindakan nirakhlak dan ironisnya terjadi di kampus Islami. Semoga dengan dibukanya persoalan ini dapat menjadi momentum agar pihak kampus berbenah. Jangan lagi dipersulit mahasiswa dengan permintaan demikian, bayangkan kalau orang tua mahasiswa itu berasal dari kalangan kurang mampu, kan kasihan,” ujarnya. 

Khusus untuk keponakannya, Aldi menyebut saat ini sedang memproses pergantian pembimbing. GNH selaku pembimbing dua dinilai terlalu menyulitkan mahasiswa. Ia diduga memalak tanaman hias tapi tetap mempersulit skripsi mahasiswa dan bertindak melampaui pembimbing satu.

Sementara itu, ayah korban, Mansur Ibrahim mengatakan bahwa dirinya telah dipanggil oleh Rektor UIN untuk dapat menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan.

“Saya baru-baru ditelpon sama pak Rektor untuk ketemu, katanya mau diselesaikan secara kekeluargaan supaya tidak berlarut-larut ini permasalahan katanya,” tambahnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya