Tebang Pohon Ketapang Kencana Sembarangan, Aktivis Akan Bawah DLH Makassar Ke Ranah Hukum

19 February 2021 10:58
Tebang Pohon Ketapang Kencana Sembarangan, Aktivis Akan Bawah DLH Makassar Ke Ranah Hukum

POSMAKASSAR.COM – Aktivis lingkungan menyoroti sikap dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar lantaran menebang pohon ketapang kencana secara ambruadul di depan Hotel Aryaduta, Kelurahan Losari, Kecamatan Ujungpandang, Kota Makassar.

Ketua Forum Komunitas Hijau Makassar, Achmad Yusran menegaskan bahwa pihaknya akan membawa kasus penebangan pohon secara ambruadul tersebut ke PPNS LH.

Menurutnya, pemangkasan atau penebangan pohon itu tidak boleh sembarangan, karena ada syarat dan aturan mengenai teknis penebangan, baik itu pemangkasan batang maupun ranting pohon yang ada di pinggir jalan.

Yusran menduga bahwa pemangkasan pohon ketapang kecana itu dilakukan secara amburadul dan tidak sesuai teknis. Maka jika memang pemangkasan itu dianggap salah prosedur, pihaknya dipastikan akan menempuh jalur hukum.

“Kami sangat sesalkan, dan pastinya secara lembaga yang konsen dalam persoalan lingkungan hidup. Hal ini akan kami sengketakan untuk di proses lebih lanjut. Selanjutnya kami akan laporkan ini secara resmi ke PPNS LH,” jelas Yusran yang juga Ketua Badan Lingkungan Hidup MPW Pemuda Pancasila Sulsel ini.

Dia mengurai bahwa setiap orang/badan yang akan melakukan penebangan pohon pada jalur hijau jalan dan taman wajib memiliki Izin Penebangan Pohon (IPP) yang diajukan kepada Walikota. Dimana Walikota berwenang mengabulkan atau menolak Izin Penebangan Pohon yang didahului dengan membentuk tim verifikasi yang terdiri dari instansi terkait.

“Karena permohonan Izin Penebangan Pohon, harus dilengkapi dengan persyaratan administratif dan persyaratan teknis terdiri dari permohonan tertulis mengisi formulir Permohonan Izin Penebangan Pohon. Bagi permohonan yang dikuasakan wajib dilengkapi dengan Surat Kuasa beserta foto copy Kartu Tanda Penduduk,” lanjutnya.

Intinya, kata dia bahwa bisa saja nanti akan ada sanksi administrasi, baik itu perdata dan pidana akan menanti.

“Dan secara lembaga, kami tidak akan tinggal diam dan tutup mata dengan adanya penebangan pohon yang tidak berkesesuaian sebagaimana mestinya. Saya ke Imperial olah data dan assesmen masalah tersebut. Selanjutnya menghadap Pj Walikota,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Losari, Syahrial Syamsuri yang dihubungi wartawan mengakui, pihaknya telah menghentikan pemangkasan pohon ketapan kencana yang sudah mulai rimbun itu, pada Kamis (19/2/2021) kemarin.

Menurutnya, upaya pihaknya melakukan penghentian pemangkasan itu, murni atas adanya laporan dan keberatan warga dan juga tidak adanya koordinasi dari pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  Kota Makassar kepada pihak kelurahan sebagai penanggungjawab wilayah.

“Kami menghentikan pemangkasan itu karena beberapa warga melapor bahwa kenapa dipangkas pohonnya, padahal sudah rindang dan sejuk kalau lewat dibawahnya. Selain itu, tidak ada juga koordinasi dari pihak DLH waktu dilakukan pemangkasan. Harusnya kan kami diberitahu juga, karena itu wilayah kami,“ ucap Lurah Losari. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya