Polisi Bongkar Prostitusi Online di Vida View Makassar, Pelaku Masih Dibawah Umur

21 February 2021 14:04
Polisi Bongkar Prostitusi Online di Vida View Makassar, Pelaku Masih Dibawah Umur

POSMAKASSAR.COM – Aparat Kepolisian Sektor Panakkukang, Kota Makassar mengamankan dua orang gadis belia, di Apartemen Vida View, kawasan Panakkukang, Kota Makassar.

Mereka ditangkap sesaat setelah transaksi online dengan pelanggannya.

Dua gadis yang diamankan berinisial NN (19) dan IC (17). Sementara pemilik kamar apartemen masih dalam pengejaran.

Pelaku prostitusi tersebut rata rata masih gadis di bawah umur. Sebagian diduga masih berstatus pelajar dan mahasiswi.

Kanit Reskrim Polsekta Panakkukang, Iptu Iqbal Usman mengatakan, praktik prostitusi ini melibatkan jaringan berkelompok. Selain pemilik kamar apartemen, juga diduga ada mucikari yang bekerja bersama dengan mereka.

Iqbal mengatakan, kasus itu terungkap bermula dari adanya laporan kasus penganiayaan yang dialami satu dari kedua gadis remaja itu.

“Awalnya kita menerima laporan penganiayaan salah satu dari kedua orang yang kita amankan. Setelah kita datangi TKP di apartemen itu, kita dapati alat kontrasepsi,” kata Iptu Iqbal Usman memimpin pengungkapan itu.

Dari barang bukti alat kontrasepsi itu, lanjut dia, NN dan IC pun diinterogasi terkait temuan itu.

“Dari barang bukti itu, mereka mengaku bahwa sudah agak lama jalankan prostitusi online di kamar apartemen itu lewat aplikasi MiChat,” ujarnya.

Selain alat kontrasepsi berupa kondom, lanjut Iqbal, dari ponsel keduanya juga terdapat aplikasi MiChat yang kerap digunakan bernego untuk layanan seks komersial.

Keduanya, lanjut Iqbal pun diamankan di Mapolsek Panakukkang untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Untuk mucikarinya, kita masih selediki karena sementara kita masih menggali keterangan keduanya,” tuturnya.

Selain IC dan NN, polisi turut mengamankan seorang remaja pria YD (17) sebagai saksi.

Kasus prostitusi online yang melibatkan anak dibawah umur itu, kini dalam penyelidikan polisi.

Iqbal juga mengaku telah mengetahui identitas penghuni apartemen Vida View, tempat kedua gadis itu ditangkap. Polisi juga tengah menyelidiki kemungkinan adanya mucikari yang bekerja menawarkan gadis gadis itu via media sosial.

“Dari keterangan dua pelaku, terungkap ada keterlibatan penghuni apartemen. Dia penyedia tempat. Tempatnya itu dibooking. Soal mucikarinya, sementara kita selidiki,” terangnya.

Iqbal mengatakan, ia sudah menerima banyak laporan soal praktik prostitusi online di Apartemen Vida View dan beberapa kos-kosan eksklusif. Hanya saja selama ini petugas terbentur bukti-bukti di lapangan.

Pelaku Akui Sewa Kamar Untuk Transaksi Bisnis Haram

Sementara itu, dari pengakuan salah satu pelaku prostitusi, NN (19) saat pemeriksaan mengatakan bahwa pemilik kamar mengetahui jika kamar yang dia sewanya akan digunakan sebagai tempat transaksi bisnis haram.

“Dia tauji Pak kalau kamarnya kita sewa untuk BO (Booking Online),” ujar NN di hadapan penyidik.

NN bersama YD (17) dan IC (17) menjalankan aksinya sudah 3 bulan di apartemen Vida View. Ia mengaku memilih Vida View sebagai tempat transaksi karena aman dan nyaman.

“Amanki kalau disitu (Apartement Vida View), karena aksesnya tidak sembarang bisa masuk,” ucap remaja yang memiliki tato di lengan kiri.

Dengan tarif mulai Rp 500 ribu hingga 1 juta rupiah, NN bersama IC bisa melayani tamu sebanyak 2 pria hidung belang dalam sehari. Kedua remaja belia yang didampingi 1 remaja laki-laki ini sudah melakukan aksinya selama tiga bulan.

Diketahui, prostitusi online di lingkungan apartemen di Kota Makassar sudah terjadi sejak 2019 lalu. Dengan akses yang aman dari sentuhan aparat kepolisian, para pelaku yang masih usia sekolah ini berani menjajakan dirinya kepada pria hidung belang. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya