Gunakan Alat Deteksi GeNose, Program Andalan Danny-Fatma Tangani Covid-19 di Makassar

23 February 2021 13:15
Gunakan Alat Deteksi GeNose, Program Andalan Danny-Fatma Tangani Covid-19 di Makassar

POSMAKASSAR.COM – Usai dilantik nanti, pasangan Walikota dan Wakil Walikota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto-Fatmawati Rusdi, langsung akan bekerja. Salah satu program awalnya, yakni upaya dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Makassar.

Diketahui, pasangan Danny-Fatma akan dilantik bersama para Bupati-Wakil Bupati terpilih lainnya, pada 26 Februari 2021, oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

Dalam program tracing dan testing Covid-19, Danny akan menggunakan alat pendeteksi virus Covid-19, yaitu GeNose, yang dikembangkan ahli Universitas Gajah Mada (UGM).

Rencananya Danny-Fatma akan mendatangkan 1.000 unit mesin GeNose untuk membantu program penanganan Covid-19 yang akan di-launching awal Maret nanti.

“Nanti alat GeNose ini dibutuhkan untuk melakukan tracing dan testing di seluruh kelurahan, RT-RW di Makassar, tujuannya untuk mendeteksi warga, hingga nantinya diketahui treathment yang akan dilakukan pada warga yang terinfeksi sesuai kadar gejalanya,” ungkap Danny, Selasa (23/2/2021).

Sementara, Project Leader GeNose UGM, Dr Isnaini, mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi program yang akan dilaksanakan Pemkot Makassar dengan melibatkan alat pendeteksi Covid-19 temuan anak bangsa sendiri.

“Program ini luar biasa, dibutuhkan keberanian dari seorang pemimpin, karena teknik untuk menghentikan penyebaran Covid-19 ini harus segera serentak, coverage-nya harus 85 persen, di bawah itu sulit, di Indonesia hanya 3 persen coverage-nya, makanya puncak Covid-19 belum jelas,” ujar Isnaini usai bertemu dengan Danny-Fatma.

Terkait rencana Pemkot membeli 1.000 unit mesin GeNose dengan kantongnya, lanjut Isnaini, dengan asumsi testing dilakukan pada seluruh warga Makassar yang berjumlah sekitar 1,5 juta, anggaran pengadaan diperkirakan mencapai Rp300 Miliar.

“Coba bandingkan dengan alat testing lainnya, PCR Rp 900 ribu, Antigen Rp 200 ribu, pakai GeNose sekali testing hanya Rp11 ribu. Kita lihat di Bali, akibat pandemi kehilangan devisa Rp116 triliun, dengan anggaran recovery Rp1 triliun, mereka akan menyelesaikan masalah yang terjadi,” jelasnya.

Isnaini menambahkan, teknologi GeNose ini sudah mulai diterapkan di beberapa stasiun kereta api di Pulau Jawa, dan nantinya akan diterapkan di bandara dan pelabuhan-pelabuhan di seluruh Indonesia.

Sekedar diketahui, alat pendeteksi Covid-19
(Coronavirus Disease 2019) bernama 
GeNose ini, dibuat oleh para ahli Universitas Gadjah Mada (UGM), dan telah resmi mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan.

Alat tersebut bekerja mengidentifikasi virus corona dengan cara mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC).

VOC diketahui terbentuk lantaran adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama napas.

Orang-orang yang akan diperiksa menggunakan GeNose, terlebih dahulu diminta mengembuskan napas ke tabung khusus.

Sensor-sensor dalam tabung itu lalu bekerja mendeteksi VOC. Kemudian, data yang diperoleh akan diolah dengan bantuan kecerdasan buatan hingga memunculkan hasil.

Dalam waktu kurang dari 2 menit, GeNose bisa mendeteksi apakah seseorang positif atau negatif Covid-19.

Tingkat Akurasi

Sebelumnya, GeNose telah melalui uji profiling dengan menggunakan 600 sampel data valid di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 Bambanglipuro, Yogyakarta.

Dari pengujian itu, diketahui tingkat akurasi GeNose mencapai 97 persen.

Alat tersebut mampu melakukan sekitar 120 kali pemeriksaan per hari, dengan estimasi per pemeriksaan 3 menit selama 6 jam.

Pengambilan sampel tes berupa embusan napas juga dinilai lebih nyaman, ketimbang menggunakan metode usap atau swab. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya