Soal Kerumunan di Dinas Damkar Makassar, Pengamat : Pemkot Pura-Pura Bodoh Dengan Aturan Prokes

24 February 2021 14:40
Soal Kerumunan di Dinas Damkar Makassar, Pengamat : Pemkot Pura-Pura Bodoh Dengan Aturan Prokes

POSMAKASSAR.COM – Penerimaan tenaga kerja kontrak di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar yang berkerumun dan tidak menerapkan protokol kesehatan menimbulkan asumsi miring sejumlah kalangan.

Pemkot Makassar disebut telah melakukan pembiaran dalam jajarannya dan mengabaikan segala aturan yang dibuatnya sendiri.

Seperti diketahui, pada penerimaan tenaga kontrak petugas Damkar yang viral kemarin, Selasa (23/2/2021) di Kantor Dinas Damkar, ratusan pelamar terlihat membludak dan berkerumun sehingga dikuatirkan bisa menjadi klaster baru penularan Covid-19. Hal itu juga dianggap tidak sesuai lagi dengan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk memutus mata rantai penularan wabah Covid-19.

“Kejadian aneh-aneh seperti inilah yang selalu dipertontonkan pemerintah, baik provinsi maupun Pemkot Makassar. Lain dibibir lain di hati, jadi beda antara apa yang disosialisasikan untuk protokol kesehatan dengan apa yang terjadi dilapangan,” ujar Pengamat Pemerintahan Universitas Patria Artha, Bastian Lubis kepada posmakassar.com, Rabu (24/02/2021).

Menurutnya, bila pihak panitia atau penyelenggara bijaksana, sebaiknya pendaftaran berkas dan proses penerimaan tenaga kontrak petugas Damkar Kota Makassar itu, dilakukan via online saja. Setelah dinyatakan lengkap, barulah dipanggil tapi tetap mengedepankan protokol kesehatan (Prokes).

“Pendaftaran tenaga kontrak itu seharusnya via online saja. Nanti setelah dinyatakan lengkap administrasi, baru dipanggil secara bertahap sesuai Prokes. Misalkan dari 100 peserta, kan bisa panggil 50 orang hari ini dan besoknya lagi 50 orang untuk wawancara terakhir diumumkan,” tambahnya.

Bastian juga menilai bahwa Pemkot Makassar dibawah kendali Penjabat (Pj) Walikota selama ini, masih kurang memaham profesionalitas, termasuk kompetisi dalam melaksanakan tupoksinya masih sangat rendah. Bahkan, kata dia, terkesan pura-pura bodoh dengan penyebaran Covid-19 di Kota Makassar.

“Disinilah kita sebagai masyarakat dapat melihat sekaligus dapat menilai tingkat profesionalitas serta kompetensi pejabatnya dalam melaksanakan tupoksinya, jelas sekali terlihat masih rendah dan kurang paham atau pura- pura bodoh tidak mengerti bila saat ini Kota Makassar masih tinggi penyebaran Covid- 19 nya. Jadi ya, harus dihindari untuk berkumpul dalam jumlah banyak demi menyelamati peserta pendaftaran terjangkit virus corona,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ratusan orang pendaftar calon tenaga kontrak memadati Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, di Jalan Dr Ratulangi, Selasa (23/2/2021) siang.

Dalam sebuah video dan foto yang beredar luas, ratusan orang itu tampak berkerumun dan berdempetan mengantri tanpa bisa menjaga jarak lagi, meski kebanyakan terlihat masih tetap mengenakan masker.

Dinas Pemadam Kebakaran Makassar dikabarkan memiliki kuota penerimaan sebanyak 100 personel baru, terdiri dari 70 personel pria dan 30 Srikandi atau wanita. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya