Danny-Fatma Izinkan Dunia Usaha Buka Sampai Tengah Malam Dengan Konsep Enterprises Protocol

26 February 2021 13:25
Danny-Fatma Izinkan Dunia Usaha Buka Sampai Tengah Malam Dengan Konsep Enterprises Protocol

POSMAKASSAR.COM – Setelah dilantik jadi Walikota dan Wakil Walikota Makassar, pasangan Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto – Fatmawati Rusdi akan menyiapkan enterprises protocol dan memberi kesempatan dunia usaha kembali bangkit ditengah pandemi Covid-19.

Dengan demikian, dunia usaha tertentu yang semula dibatasi jam operasionalnya oleh Pj Walikota Makassar, Rudy Djamaluddin, kini pada masa kepemimpinan Danny-Fatma akan diberi kesempatan beroperasi hingga tengah malam.

Tidak hanya itu, Pemerintah Kota Makassar juga menyiapkan insentif berupa pengurangan pajak bagi usaha yang patuhi aturan main, termasuk berkomitmen untuk menerapkan dan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan. Sistemnya berbasis digital.

Sebagai contoh, usaha restoran, rumah makan atau kuliner dan warung kopi. Saat buka pukul 07.00 pagi, semua harus ikut program Zoom monitoring. Koordinasi dilakukan lewat aplikasi Zoom.

Hal ini juga mencakup operasional usaha hiburan, yang beberapa waktu lalu disebut sangat terdampak oleh aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yang hanya di izinkan buka hingga pukul 22.00 Wita.

“Silahkan buka sesuai ketentuan jam operasional seperti biasanya. Tapi ingat, semua harus ketat menerapkan Protokol Kesehatan dan wajib ikuti program Zoom monitoring. Koordinasinya akan dilakukan lewat aplikasi Zoom,” ungkap Danny Pomanto, sapaan akrab Mohammad Ramdhan Pomanto, saat ditemui posmakassar.com, dikediaman pribadinya, beberapa waktu lalu.

“Jadi, nantinya setiap kecamatan akan mengamati 1000 tempat dengan 10 satgas (satuan tugas),” imbunya.

Dalam Zoom monitoring itu, lanjutnya, pelaku usaha akan dijelaskan aturan yang harus dipatuhi.

“Nanti kalau ada yang terbukti melanggar, akan ada tegurannya. Kalau teguran itu tidak diselesaikan pada saat itu, maka sanksinya juga ada. Tegurannya final dan sanksi akan kita jatuhkan,” jelas Danny Pomanto.

Menurutnya, apabila teguran itu tiga kali disampaikan kepada para pengusaha, maka usaha tersebut harus dibubarkan Satgas Covid-19.

“Kalau masih melanggar sampai dibubarkan tiga kali, harus mi izin usahanya dicabut. Tidak ada teloransi lagi,” katanya.

Sebaliknya, pemilik usaha yang patuh atau tidak mendapat teguran hingga waktu yang ditentukan, maka pihaknya juga akan memberikan reward atas kepatuhan para pengusaha.

“Kalau tidak ada ji teguran sampai jam pukul 18.00 Wita, silahkan jalankan usahanya sesuai aturan yang sudah ditetapkan. Misalnya kan itu restoran atau rumah makan dan kuliner kecil, bisa sampai pukul 22.00 atau mungkin sampai pukul 00.00 Wita, tapi itu kalau tidak ada teguran,” tambahnya lagi.

Dijelaskan, semua perilaku usaha yang ada di Kota Makassar akan dimonitor secara digital. Pemkot akan membuat indeks kepatuhan. Jika dalam sebulan, kepatuhan sebuah unit usaha mencapai kategori platinum, maka akan mendapatkan reward berupa insentif pajak.

“Iya, kita kasi insentif, bisa jadi dipotong pajaknya. Ada rewardnya, tapi punishmennya kalau macam-macam, juga ada sanksi kerasnya, kita akan cabut izinnya,” ungkap Danny.

Sekedar diketahui, Enterprises protocol memang menjadi bagian dari konsep ‘Makassar Recover’ yang disiapkan pasangan Danny-Fatma setelah dilantik. Setidaknya ada dua fokus utama setelah resmi memimpin Makassar.

Pertama, mengatasi wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19) melalui entry protocol, dimana semua warga Kota Makassar mulai dari anak-anak hingga lansia akan dilengkapi barcode yang berisi status kesehatan masing-masing.

Saat bepergian dan akan memasuki sebuah gedung atau acara, warga yang bersangkutan harus menunjukkan barcodenya. Saat discan petugas, akan kelihatan status kesehatan orang tersebut.

Apalagi dia terkonfirmasi positif Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG) atau negatif. Mereka yang ketahuan positif, tidak akan diizinkan memasuki acara pesta di gedung atau acara apapun.

“Karena kalau kita hanya gunakan tes suhu, kurang efektif. OTG itu tidak terdeteksi suhu badannya. Orang yang gejalanya ringan tidak panas,” tutup Danny. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya