PPKM Tak Efektif, Danny : Program Makassar Recover Berjalan, 3 Bulan Covid-19 Hilang di Makassar

26 February 2021 19:32
PPKM Tak Efektif, Danny : Program Makassar Recover Berjalan, 3 Bulan Covid-19 Hilang di Makassar

POSMAKASSAR.COM – Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menilai, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) atau dikenal dengan istilah jam malam di Kota Makassar, tidak efektif menurunkan kasus Covid-19.

Danny sapaan akrab Walikota Makassar terpilih ini mengatakan, kebijakan tersebut dianggap tidak efektif, tidak tepat sasaran dan tidak menyentuh hal mendasar dalam upaya penanganan Covid-19. Malah hanya menyebabkan ekonomi usaha tertentu terpuruk sejak program itu diterapkan Penjabat (Pj) Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin selama lebih kurang enam pekan lamanya.

Menurut Danny, dia malah lebih condong berupaya mengeluarkan kebijakan Work Form Home (WFH) setiap hari Jumat, di lingkup Pemerintah Kota Makassar.

“Rencananya juga, kalau Jumat, kita berlakukan WFH, tidak ada ke kantor, karena tidak efektif juga. Di rumah saja kerja,” terangnya.

Dia juga mengatakan bahwa pandemi Covid-19 di Makassar sudah bisa dientaskan pada Desember 2021.

Namun, jika programnya (Makassar Recover) bisa segera berjalan, maka dalam tiga bulan Covid-19 sudah bisa selesai di Kota Makassar.

“Kalau program saya dan ibu Fatma nanti berjalan, Insya Allah, kami yakin dalam tiga bulan Covid-19 di Makassar sudah selesai,” ujar Danny, usai pelantikan dirinya sebagai Walikota Makassar, Jumat (26/2/2021).

Danny mengakui, dalam menangani Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Makassar, pihaknya tetap akan bekerjasama dengan Pemrov Sulsel. Ia akan terus berkoordinasi, terkait dengan program kerja yang bakal dicanangkan.

Pihaknya juga akan menggunakan alat pendeteksi Covid-19, yang dikembangkan ahli Universitas Gajah Mada (UGM), bernama GeNose. 

Rencananya, untuk tahap awal, pihaknya akan mendatangkan 1.000 unit mesin GeNose, untuk membantu program penanganan Covid-19, yang akan diluncurkan awal Maret nanti.

Dirinya berkomitmen, untuk tetap terbuka dan transparan soal anggaran. Sehingga ia akan mengumumkan hal tersebut di media.

“Ini bukan uang sedikit, lebih baik jelas ini barang, mau 500 atau 400 miliar, yang pasti jelas ini barang,” terang Danny.

Saat ini, Danny menilai masyarakat kini tengah ‘berburu’ dengan virus Corona. Menurutnya, Corona bahkan bisa dikatakan sudah menyerbu semua rumah. 

Karena menurut data yang ia miliki, sudah ada 40 persen penyintas Covid-19 di Kota Makassar, yang setara dengan 600 ribu warga. 

“Sementara data yang ada sekarang baru puluhan ribu,” ungkapnya.

Diketahui, Pemkot Makassar dibawah ‘nakhoda’ Danny-Fatma akan segera meluncurkan program ‘Makassar Recover’ yang akan dilakukan pada 5 Maret nanti untuk menangani Covid-19.

Program itu terdiri dari tiga program utama, yaitu imunitas kesehatan, adaptasi sosial dan pemulihan ekonomi.

Danny Pomanto memandang perlunya program ini secepatnya dibuat. Sebab, penanganan Covid-19 sebelumnya masih terbilang kurang efektif.

Nantinya, dijelaskan Danny, seluruh warga Makassar tanpa terkecuali di tracing melalui GeNose. Sebuah alat pendeteksi Covid-19 dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Jadi Makassar Recover, tanggal 5 (Maret) kita akan launching. Satu bulan kemudian akan turun secara massif. Menskrining seluruh warga Makassar seratus persen,” jelasnya.

Namun, Danny menyebut bahwa alat lainnya seperti Polymerase Chain Reaction (PCR) Swab Test tetap digunakan. GeNose hanya digunakan sebagai skrining diri.

Sementara itu, dalam program ini, Danny akan melibatkan banyak pihak. Seperti, relawan, paramedis, kelurahan, dan kecamatan. Mereka nantinya terjun langsung ke warga untuk melakukan pemeriksaan.

“Ada 10 Ribu relawan, 5000 paramedik, 306 dokter, dan sekitar 300 manajemen kelurahan dan kecamatan berserentak memeriksa ke warga dengan sistem smart city,” sambungnya.

“Semua warga dikasih barcode agar supaya hasil status kesehatan masuk disitu dan kita mengontrol status kesehatan bertingkat, mulai dari sehat, penyintas, OTG, ringan, sedang dan berat,” tutupnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya