Nurdin Abdullah Dijemput Paksa KPK, Pengamat Minta Rudy Djamaluddin Ikut Diperiksa

27 February 2021 17:58
Nurdin Abdullah Dijemput Paksa KPK, Pengamat Minta Rudy Djamaluddin Ikut Diperiksa

POSMAKASSAR.COM – Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Rudy Djamaluddin seharusnya ikut diperiksa oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pasca Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah bersama Sekdis Pekerjaan Umum Edy Rahmat dan 2 orang lainnya dijemput paksa dan digiring ke Kantor KPK.

Hal tersebut diungkapkan oleh pengamat pemerintahan Universitas Patria Artha, Bastian Lubis saat dikonfirmasi oleh awak media, Sabtu (27/02/2021).

Menurutnya, tidak mungkin seorang Sekretaris Dinas mengambil satu langkah tanpa sepengatahuan pimpinannya. Karenanya, ia mengaku seharusnya juga KPK wajib memanggil Rudy Jamaluddin untuk dimintai keterangan.

“Oo iya panggil, wajib juga dipanggil, harus itu. Sekdis gak bisa apa-apa kalau gak ada perintah kepala dinas. Jadi kepala dinas yah pasti kembali ke Rudy,” katanya.

Menurut Bastian, keterlibatan Rudy Djamaluddin sebagai Kuasa Pengguna Anggaran sangat bersinggungan dengan kasus OTT KPK yang menyeret anak buahnya bersama kontraktor.

“Yah kalau 100 gak boleh, 99 persen (yakin). Kepala dinasnya sndiri kok, mana mungkin gak tau. Jadi pengguna anggaran itu kan Prof Rudy. Dia kan Kepala Dinas Bina Marga, dia yang jadi pengguna anggarannya. Saya yakin 99 persen ada terkait itu,” tuturnya.

Ia menyebut, dirinya sudah lama mencurigai ada penyimpangan di Pemprov Sulsel bahkan berkali-kali memperingatkan agar berhati-hati dalam melangkah.

“Malu juga kan kita punya gubernur. Sudah lama kita kasi masukan-masukan,” pungkasnya. 

Diberitakan sebelumnya, KPK melalui Jubirnya, Ali Fikri membenarkan penangkapan Nurdin. Pihaknya pun melakukan OTT karena Mantan Bupati Bantaeng itu diduga terlibat dalam tindak korupsi.

“Tengah malam, KPK melakukan tangkap tangan terhadap kepala daerah di sulawesi selatan terkait dugaan tindak pidana korupsi,” kata Fikri.

Publik, diimbau Fikri, untuk sabar menunggu pengumuman resmi dari pimpinan KPK soal kasus tersebut. Ia pun meminta semuanya bersabar.

“Informasi lebih lengkap kasusnya, siapa saja yang ditangkap dan barang bukti apa yang diamankan, saat ini belum bisa kami sampaikan,” sebutnya.

Saat ini Nurdin bersama 5 orang lainnya sedang dalam perjalanan ke Jakarta untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. “Tim masih bekerja, dan perkembangannya nanti akan kami sampaikan kepada rekan-rekan semua,” jelasnya.

Selain Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. beberapa orang ikut diamankan KPK. Penangkapan ini berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan No: Sprin.Lidik-98/01/10/2020. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya