Soal OTT KPK, DPD PDIP Sulsel Bela Nurdin Abdullah

27 February 2021 19:44
Soal OTT KPK, DPD PDIP Sulsel Bela Nurdin Abdullah

POSMAKASSAR.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sulawesi Selatan mengaku kaget terkait penangkapan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah yang dilakukan oleh KPK RI.

Ketua DPD PDIP Sulsel, Andi Ridwan Wattiri, mengatakan bahwa penangkapan Nurdin Abdullah bukanlah sebagai tersangka tetapi sebagai saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi.

“Penangkapan itu bukanlah OTT dalam pengertian ada sebagai barang bukti atas kejadian tindak pidana korupsi. Hal itulah yang saya dengar langsung dari Prof Nurdin,” katanya dikutip dari siaran persnya, Sabtu (27/2/2021).

Ia menambahkan bahwa barang bukti yang diamankan KPK berupa uang Rp 1 Miliar saat penggeladahan tak ada dirumahnya Nurdin Abdullah.

“Saat itu tidak ada dana di rumah Prof. Nurdin, mengingat Beliau saat itu juga sedang dalam keadaan tidur, lalu dibangunkan oleh aparat hukum,” tambahnya.

Menurut dia, Nurdin selama ini menerapkan protokol ketat untuk menghindari gratifikasi.

“Bahkan sebelum menerima tamu, seluruh tamu dilarang membawa apapun kecuali buku catatan. Semua tas yang dibawa wajib ditaruh di locker,” pungkasnya.

Ridwan Wittiri menyebut Nurdin Abdullah sempat menghubungi dirinya saat dibawa petugas hukum. Dia pun meyakini Nurdin masih tak bersalah dalam kasus dugaan korupsi.

“Dan menegaskan demi tanggung jawab pada Tuhan dan masyarakat, dunia dan akhirat, Prof Nurdin sama sekali tidak tahu menahu atas kejadian yang menimpanya,” tutupnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya