Jelang Tim KPK Tangkap NA , Satpol PP di Rujab Dikabarkan Sempat Lawan Petugas

04 March 2021 19:15
Jelang Tim KPK Tangkap NA , Satpol PP di Rujab Dikabarkan Sempat Lawan Petugas

POSMAKASSAR.COM – Kronologi penangkapan Gubernur Sulawesi Selatan non aktif, Nurdin Abdullah (NA) ternyata penuh ketegangan. Tim KPK dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang jaga di Rumah Jabatan (Rujab) dikabarkan sempat bersitegang.

Kepala Satpol PP Pemprov Sulsel, Mujiono kepada wartawan membenarkan hal tersebut. Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (27/2/2021), sekitar pukul 02.00 Wita.

Saat itu, katanya, ada tujuh orang personil Satpol PP dan dua orang anggota Brimob Polda Sulsel yang berjaga di pos dekat pintu masuk Rujab Gubernur Sulsel, Jalan Jendral Sudirman, Kota Makassar.

“Karena mereka bertugas 1×24 jam. Ada tujuh orang yang menjaga, dibantu dua anggota Brimob,” kata Mujiono yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis (4/3/2021).

Lanjut Mujiono, saat Tim KPK dikawal anggota Jatanras Polda Sulsel tiba di depan pintu masuk Rujab, ketegangan sempat terjadi. Petugas Satpol PP yang jaga saat itu, dikabarkan sempat melawan Tim KPK dan berupaya menghalangi mereka masuk.

“Awalnya anggota kami halangi mereka masuk, karena itu sudah SOP. Tidak boleh ada yang memasuki area Rujab pada jam begitu, tanpa izin Sekda,” jelasnya.

“Sekitar lima sampai sepuluh menit kejadian itu di pintu gerbang. Anak-anak (Pol PP) ngotot juga tidak mau memberikan izin masuk. Kita yang berkuasa di sini, karena kita ndak kenal (tim KPK) yang datang jam segitu,” ungkapnya.

Saat itu, kata dia, laporannya ada tiga mobil yang datang. Tim KPK kemudian memperlihatkan surat Sprindik. Para Satpol PP dan Anggota Brimob yang berjaga disuruh untuk berkumpul di dalam pos.

“Tidak boleh ada yang berkeliaran, disuruh berkumpul dalam pos. Biar Brimob dilarang bicara. HP mereka bahkan disita, dan KTP mereka diminta, diamankan sementara,” bebernya.

Satu orang Anggota Satpol PP kemudian diminta untuk mengantar Jatanras dan Tim KPK ke dalam rumah jabatan. Setelah itu Anggota Satpol PP kembali ke pos penjagaan.

“Mereka ada yang pakai baju dinas (polisi) dilengkapi senjata, ada juga pakai baju biasa. Lalu minta diantar masuk ke rujab,” lanjutnya.

Mujiono mengakui, Tim KPK di dalam rumah jabatan saat itu cukup lama. Namun, ia tak tahu apa yang dilakukan, termasuk pembahasan apa saja yang dibicarakan.

“Agak lama memang baru keluar, mungkin karena memang saat itu waktu istrahat. Kalau kita diganggu saat istrahat, pasti komplain,” sebutnya.

Mujiono yakin betul Tim KPK yang membangunkan Nurdin Abdullah saat itu. Namun, dari laporan anggotanya, Nurdin Abdullah bersama Tim KPK terlihat keluar dari rumah jabatan kurang lebih pukul 03.00 Wita.

“Tapi Pak Gub (Nurdin Abdullah) saat itu sudah istrahat. Mereka (KPK) yang membangunkan, dengan dasar itu surat perintah sprindik sejak bulan 10,” kata Mujiono.

Saat dibawa ke bandara, tambahnya, personil Satpol PP sudah tidak mengikutinya. Pihak bandara yang dihubungi juga mengaku tidak tahu.

“Ini gerakan senyap. Tiket pun mereka yang booking,” sebutnya.

Semua orang Rujab, kata Mujiono, sempat shock. Termasuk istri Nurdin Abdullah, Lies Fachruddin yang sempat mengantar beliau di pintu, sebelum naik ke mobil. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya