Tak Terurus, Warga Katangka Galang Dana Untuk Revitalisasi Bungung Lompoa Gowa

08 March 2021 13:13
Tak Terurus, Warga Katangka Galang Dana Untuk Revitalisasi Bungung Lompoa Gowa

POSMAKASSAR.COM – Warga Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa akan melakukan penggalangan dana untuk perbaikan ‘Bungung Lompoa’ atau sumur kebesaran.

Penggalangan dana tersebut dilakukan lantaran tak adanya bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Gowa untuk melakukan revitalisasi terhadap salah satu situs bersejarah di Kabupaten Gowa tersebut.

Situs Bungung Lompoa ini, kini tampak berlumut dan terbengkalai akibat adanya pembangunan dengan meninggikan jalan sehingga air yang mengalir tertampung disekitaran sumur.

Selain itu, air sumur menjadi keruh berwarna hijau lantaran rembesan dari air got masuk kedalam sumur, sehingga air sumur yang beberapa tahun lalu masih bisa nikmati warga sekitar, kini tak lagi dapat dikonsumsi.

Salah satu warga, Hadidah mengatakan bahwa sejak dua tahun lalu kondisi sumur tersebut sudah tak terurus, sampah berserakan disekitaran sumur.

“Sudah dua tahun sumur ini seperti tak terurus. Begini mi kondisinya, airnya kotor berlumut dan tidak bisa dikonsumsi lagi. Setiap musim hujan tiba, pasti air got masuk kedalam. Kondisi seperti ini terjadi semenjak adanya peninggian jalan,” ujarnya, saat ditemui dilokasi, Senin (8/03/2021).

Sementara itu, Ketua Komunitas Pemerhati Sejarah, Arif Wangsa mengatakan bahwa warga sekitar telah berinisiatif untuk melakukan penggalangan dana memperbaiki sumur kebesaran ini.

“Kami telah beberapa kali menyurat di Pemkab Gowa dan DPRD Gowa tetapi hingga saat ini belum ada tindak lanjut, makanya kami berinisiatif untuk penggalangan dana antar warga,” ujarnya.

Pihaknya pun berharap agar Pemerintah Kabupaten Gowa dapat memberikan perhatian terhadap revitalisasi salah satu situs bersejarah peninggalan kerajaan Gowa ini.

Diketahui, sumur ini terletak dibawah Kompleks Makam Sultan Hasanuddin, Kelurahan Katangka RW VII, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Bungung Lompoa ini memiliki ukuran panjang 4,30 meter dengan lebar 3,20 meter. Sumur ini sendiri merupakan salah satu peninggalan situs sejarah dari beberapa situs bangunan sumur yang ada.

Seperti tempat-tempat situs bersejarah lainnya, Bungung Lompo juga memiliki kisah historis yang cukup mendalam bagi masyarakat Kabupaten Gowa.

Menurut sejarah, Bungung Lompoa ini ada setelah Istana Raja Gowa I (Tumanurung Bainea) selesai dibuat dan menjadi sumber air untuk Istana Kerajaan. Kemudian, dalam puluhan tahun belakangan sumur ini juga menjadi sumber kebutuhan air bersih bagi warga sekitarnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya