Bongkar Stadion Mattoanging, Pengamat Nilai NA Hanya Jual Besi Tua Senilai Rp 3,4 Miliar

17 March 2021 14:44
Bongkar Stadion Mattoanging, Pengamat Nilai NA Hanya Jual Besi Tua Senilai Rp 3,4 Miliar

POSMAKASSAR.COM – Pembongkaran Stadion Mattoanging di Jalan Cendrawasih, Kota Makassar dinilai hanya mencari keuntungan pribadi lewat penjualan barang bekas stadion yang dibangun pada 1957 dengan luas lahan 7,5 hektare itu.

Hal tersebut dinilai oleh pengamat Pemerintahan Universitas Patria Artha Makassar, Bastian Lubis, Rabu (17/03/2021).

Bastian menilai, sejak awal Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel tak memiliki niat untuk melakukan pembangunan Stadion Mattoanging.

“Jadi pembongkaran stadion itu bukan niat untuk membangun, diduga ada hal lain, untuk mengambil duit, untuk menjual besi tuanya toh,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rektor Universitas Patria Artha Makassar ini mengatakan, hasil penjualan barang bekas dari Stadion Mattoanging bisa mencapai sekitar 3,4 miliar, namun yang disetor ke kas daerah hanya sebesar 1,7 miliar. Sisanya tambah Bastian, diduga kuat uang tersebut masuk di kantong Gubernur Sulsel Nonaktif Nurdin Abdullah (NA).

Sementara untuk pembangunan stadion Mattoanging, kata Bastian, Pemprov Sulsel dalam hal ini Gubernur Sulsel Nonaktif NA tak pernah memikirkan hal itu. Pasalnya, selama ini Pemprov tak memiliki anggaran untuk melakukan pembangunan Stadion Mattoanging.

“Jadi kesimpulan saya, membangun Stadion Mattoanging itu hanya untuk menjual besi tuanya saja, pembongkaran saja, tidak ada tujuan untuk membangun, karena tidak ada anggarannya,” paparnya

Sementara itu, sebelumnya Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappelitbangda Sulsel, Junaedi menegaskan bahwa untuk anggaran konstruksi Stadion Mattoanging masih dalam proses. Ada dua opsi yang diwacanakan yakni melalui APBN murni dan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dengan skema pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Estimasinya kurang lebih Rp 1 triliun.

Ia mengaku, sudah ada respon dari kedua instansi tersebut. Hanya saja, PT SMI lebih siap dan meyakinkan lantaran sebelumnya telah ada tahapan yang dibiayai PT SMI, yakni untuk Detail Engineering Desain (DED) dari stadion.

“Dalam waktu dekat setelah ada draft final dari DED yang ada, akan kita sampaikan ke PT SMI terkait besaran kebutuhan alokasi,” ucap Junaedi, beberapa waktu lalu

Kendati demikian, katanya, Pemprov Sulsel tetap akan mendorong penganggaran stadion mewah ini melalui APBD Pokok 2021. Kedepan pihaknya akan melakukan pembahasan bersama Badan Anggaran DPRD Sulsel.

“Ini akan kita wujudkan, untuk kebutuhan anggaran jika melebihi Rp 1 T. Insha Allah, akan teratasi. Karena perintahnya gubernur dan DPRD harus selesai satu kali penganggaran,” tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel (Nonaktif), Nurdin Abdullah (saat itu) juga mengemukakan, Presiden Joko Widodo siap membantu pembangunan stadion tersebut. Nurdin mengklaim Presiden bersedia menutupi anggaran setengahnya dari Rp1 triliun kebutuhan. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya