BRI Sebut Uang Nasabah Rp 400 Juta Utang Piutang, Sigit Minta Rekaman CCTV Dibuka

21 March 2021 15:05
BRI Sebut Uang Nasabah Rp 400 Juta Utang Piutang, Sigit Minta Rekaman CCTV Dibuka

POSMAKASSAR.COM – Kejadian hilangnya saldo Rp 400 juta yang menurut pengakuan nasabah BRI bernama Sigit Presetya, menyedot perhatian masyarakat.

BRI menilai informasi yang viral saat ini, diluruskan sesuai fakta oleh pihak BRI dan atas dasar dokumen-dokumen:

1. Uang Yang Disetor Ternyata Ditarik Kembali oleh Nasabah

Pihak BRI mengatakan bahwa Sigit Prasetya menyetorkan dana kepada BRI pada 29 Agustus 2018. Sigit diketahui mendatangi kantor BRI Unit Toddopuli, Makassar pada pukul 14:04:40 dengan menyetorkan uang senilai Rp 400 juta. 49 detik kemudian, pada pukul 14:05:29, Sigit melakukan penarikan uang dengan jumlah yang sama. Penarikan dilakukan karena Sigit melakukan PEMBATALAN untuk menabung di BRI. Bukti transaksi penyetoran dan penarikan uang tersebut lengkap dan ditandatangani oleh Sigit sehingga transaksi penarikan tersebut SAH dan VALID.

2. Mempercayakan Uangnya Karena Faktor Kedekatan

Uang yang ditarik dari BRI tersebut diserahkan secara personal oleh Sigit Prasetya kepada Zul Ilman Amir. Hal ini dilakukan atas dasar faktor kedekatan personal yang merupakan teman sejak kecil, dengan harapan akan mendapatkan keuntungan. Berdasarkan pengakuan Ilman, dana tersebut diserahkan oleh Sigit kepada Ilman untuk diinvestasikan ke tempat lain dengan harapan mendapatkan keuntungan.

3. Dijadikan Utang Piutang Personal

Dana yang diterima oleh Ilman selanjutnya dijadikan piutang kepada Andi Alvin Aulia Nurdin, dengan harapan akan mendapatkan keuntungan investasi (Yang bersangkutan merupakan teman dari Ilman dan juga Sigit) yang dibuktikan dengan Surat Perjanjian yang diterbitkan oleh Notaris Agrianti Widya Lestari, SH, M.Kn Tanggal 19 April 2019.

4. Ilman Mengundurkan Diri dari BRI

Kasus utang-piutang tersebut sempat ramai di Makassar pada tahun 2019, dan Ilman mengajukan pengunduran diri dari BRI sebagai pegawai pada April 2019.

5. Sigit Melaporkan Ilman ke Polisi

Karena kasus utang-piutang yang bersifat pribadi tersebut tak kunjung selesai, Sigit Prasetya menempuh jalur hukum dengan melaporkan Ilman kepada pihak kepolisian melalui Polda Sulawesi Selatan dengan Nomor Pelaporan LPB/57/II/2020/SPKT POLDA SULSEL Tanggal 21 Februari 2020.

6. Ilman Meminta Maaf Kepada BRI

Pada pernyataannya, Ilman meminta maaf kepada BRI yang namanya ikut terseret pada kasus utang-piutang antara Ilman dengan Sigit.

7. Di Luar Kewenangan BRI

Mengingat hal tersebut adalah kasus utang-piutang antar personal hal ini berada diluar kewenangan dan tanggung jawab BRI. Selanjutnya, BRI mengimbau kepada masyarakat untuk menyimpan atau menginvestasikan dananya kepada lembaga/institusi resmi yang terdaftar dan diawasi OJK.

Sementara itu, Nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang uangnya hilang Rp 400 juta, Sigit Prasetya meminta BRI unit Toddopuli Makassar untuk segera menggelar rekontruksi proses transaksi pada saat penyetoran uangnya.

Rekontruksi tersebut untuk membuktikan bahwa antara dirinya bersama pegawai BRI yang diketahui bernama Zul Ilman Amir benar-benar dilakukan didalam bank bukan diluar.

“Mungkin perlu dilakukan rekontruksi dengan melihat CCTV Bank dengan kejadian sama 29 Agustus 2018, supaya diliat bukti yang sebenarnya, jangan cuman mengada-ada saja,” ujar Sigit Prasetya saat ditemui, Sabtu (20/03/2021).

Ia menambahkan bahwa tudingan yang dilayangkan oleh pihak BRI kepadanya jika melakukan transaksi diluar teller itu sama sekali tidak benar.

“Kalau diliat pernyataan dari pihak BRI katanya saya lakukan transaksi diluar teller itu tidak benar, kalau tidak percaya liat saja rekaman CCTV pada saat kejadian yang sama,” tambahnya.

Sebelumnya , Warga Makassar mengeluhkan uangnya hilang di BRI setelah dirinya sempat menabung dan ingin menariknya kembali satu bulan kemudian tetapi betapa kagetnya uang sebesar Rp 400 juta hilang setelah 49 detik melakukan transaksi. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya