Berebut Harta Warisan, Pria Paruh Baya Tikam Keluarga Sendiri Hingga Tewas

08 April 2021 22:30
Berebut Harta Warisan, Pria Paruh Baya Tikam Keluarga Sendiri Hingga Tewas

POSMAKASSAR.COM – Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Takalar berhasil mengungkap kasus pembunuhan dimana korbannya berinisial LS alias Sewang (67) meninggal dunia dan pelaku saat ini telah diamankan berinisial L alias Daeng Nasa (51).

Dalam Press Conference, Kapolres Takalar, AKBP Beny Murjayanto mengatakan bahwa modus pembunuhan pelaku bermotifkan warisan sebuah rumah yang sedang dilakukan Renovasi.

Ia menceritakan kronologis pembuhunan tersebut, dimana ketika itu pelaku awalnya mendapatkan telpon dari keponakannya bahwa rumah warisan tersebut sedang di renovasi.

“Mendengar Hal tersebut pelaku kemudian datang dengan maksud menghentikan, tetapi korban tidak dapat menerima sehingga melemparkan sebuah linggis dan martil namum pelaku menghindar,” ucap Kapolres Takalar di hadapan awak media.

Kemudian, kata Kapolres, pelaku mencabut sebilah badik yang memang dibawa oleh pelaku, karena terbawa emosi pelaku kemudian melakukan pembunuhan dengan menikam bagian tubuh korban.

Dalam peristiwa pembunuhan tersebut, pelaku melakukan aksinya seorang diri. Korban saat itu meninggal dunia di tempat Kejadian perkara (TKP) dengan beberapa luka tusuk dibagian dada, dan leher korban.

“Luka tusuk dibagian dada bawah sebelah kiri, kemudian perut tengah bagian atas. Ketika mengalami luka tusuk, korban saat itu berusaha lari melalui pintu belakang namun terkunci. Pelaku yang gelap mata kemudian kembali melakukan penusukan di bagian dada dan leher korban, ” ungkapnya.

Sementara, pelaku L alias Daeng Nasa dihadapan Kapolres Takalar mengakui perbuatannya, dirinya menceritakan saat itu hanya ingin menyampaikan agar pekerjaan Renovasi tersebut dihentikan.

“Saya suruh berhenti kerja, tapi dia langsung melempari saya linggis dan martir. Kemudian dengan terpaksa saya tikam pake Badik,” kata pelaku.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya dan korban memiliki hubungan keluarga, dan pembunuhan tersebut terkait masalah warisan.

“Sudah dihibahkan kepada saya pak, jadi saya tiga bersaudara berhak. Jadi tidak ada haknya ini yang saya bunuh pak,” pungkas pelaku.

Akibat perbuatannya, pelaku L alias Daeng Nasa disangkakan dengan pasal 340 subsider 338 subsider 351 ayat 3 ancaman hukuman 15 tahun penjara. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya