Serang Petugas Dengan Parang, Seorang Terduga Teroris di Makassar Ditembak Mati

15 April 2021 23:45
Serang Petugas Dengan Parang, Seorang Terduga Teroris di Makassar Ditembak Mati

POSMAKASSAR.COM – Densus 88 Mabes Polri yang dibackup Polda Sulsel menembak mati seorang mantan narapidana teroris (Napiter) yang merupakan pelaku pelemparan bom ke mantan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) 2012 silam.

Terduga teroris berinisial MT itu, ditembak aparat setelah berusaha menyerang petugas menggunakan parang panjang, di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar, Kamis (15/4/2021).

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Endra Zulpan, tindakan tegas itu terpaksa dilakukan karena MT menyerang petugas dengan parang saat hendak ditangkap di rumahnya.

“Dia menyerang petugas dengan menggunakan parang yang panjang, dua parang digunakan di tangan kiri dan kanan. Kemudian menyerang dengan membabi buta,” ungkapnya, 

Zulpan menegaskan, sebelum mengambil tindakan tegas, petugas sudah melakukan upaya peringatan terhadap MT. 

Namun, peringatan itu tak dihiraukan dan justru melawan secara agresif ke petugas.

“Sehingga terpaksa petugas melakukan tindakan tegas dan terukur dengan melepaskan tembakan,” tegasnya.

Diketahui, terduga teroris tersebut merupakan pelaku pelemparan bom ke mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) 2012 silam.

Insiden itu terjadi pada 11 November 2012 lalu saat SYL yang juga Ketua DPD Partai Golkar Sulsel itu sedang memberikan kata sambutan pada kegiatan jalan bersama, sebagai rangkaian pelaksanaan HUT Golkar Makassar.

“Benar, MT ini mantan atau eks Napiter (narapidana teroris),” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan.

MT sudah menjalani hukuman penjara selama 3 tahun lamanya dan dinyatakan bebas pada 2016 silam.

“Pelaku ditangkap dan menjalani persidangan hingga di vonis 3 tahun penjara. Namun, setelah bebas ia belum tobat malah kembali bergabung dengan Rizaldi yang ditangkap sebelumnya. Ini merupakan jaringan Villa Mutiara,” pungkasnya.

Lebih jauh, Kombes Pol E Zulpan menjelaskan, penembakan terduga teroris itu, merupakan pengembangan aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral beberapa waktu lalu.

“Tim Densus 88 dibackup Polda Sulsel hendak melakukan pengembangan aksi bom bunuh diri di pintu Gerbang Gereja Katedral Makassar lalu, namun terduga teroris yang hendak ditangkap melakukan perlawanan dan cukup membahayakan keselamatan petugas, maka dilakukan tindak tegas terukur,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, selain melumpuhkan terduga teroris, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya lima parang panjang dan lainnya.

“Sejumlah barang bukti telah diamankan. Saat ini tengah dilakukan sterilisasi TKP,” jelasnya.

Densus 88 telah menangkap sedikitnya 31 orang terduga teroris pasca-kasus bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar dan penyerangan Mabes Polri akhir Maret 2021. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya