Patungan Beli Sabu, 4 ASN Makassar Ditangkap Akui Sudah Setahun Gunakan Narkoba

25 April 2021 14:54
Patungan Beli Sabu, 4 ASN Makassar Ditangkap Akui Sudah Setahun Gunakan Narkoba

POSMAKASSAR.COM – Polrestabes Makassar merilis kasus penangkapan terduga pelaku penyalahgunaan Narkoba jenis sabu yang melibatkan 4 Aparatur Sipil Negera (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Makassar.

Keempat ASN tersebut yakni Syarifuddin (S) selaku PNS, Sabri (Sb) selaku Asisten I Pemkot Makassar, M. Yarman (MY) PNS, dan Irwan Miladi (IM) selaku PNS.

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, AKBP Yudi Frianto mengatakan, awalnya pihaknya menangkap S di Jalan AP Pettarani, Jumat (23/4/2021) pukul 21.30 Wita.

Saat ditangkap, ditemukan dua paket (sachet) plastik kecil sabu dan satu unit gawai berwarna hitam.

“Berdasarkan info dari masyarakat, sering terjadi transaksi narkotika jenis sabu sehingga kami melakukan pemantauan di sekitar Panakukang,” ujar AKBP Yudi Frianto saat melakukan Konferensi Pers di Mapolrestabes Makassar, Minggu (25/4/2021).

Kemudian pihak Sat Narkoba melihat S mengemudikan kendaraan roda dua di sekitar Jalan AP Pettarani atau lokasi yang disebut sering menjadi tempat transaksi Narkoba.

“Setelah diberhentikan dan digeledah, kami menemukan barang bukti sabu-sabu tersebut di kantong celana kiri depan milik S,” jelasnya.

Dari keterangan S, lanjutnya, sabu tersebut merupakan miliknya bersama SB, MY, dan IM yang mereka beli secara patungan, dengan harga Rp1 juta persachetnya.

“Selanjutnya dilakukan pengembangan dan anggota bergerak menuju Jalan AP Pettarani III dan berhasil mengamankan, MY dan IM,” ungkapnya.

Lalu anggota Sat Narkoba kembali mengamankan SB di kediamannya, di Racing Center Makassar.

“Dari hasil keterangan, mereka sudah menggunakan selama setahun dan memang S yang selalu pergi membeli atas perintah SB,” katanya.

Sat Narkoba Polrestabes Makassar pun, saat ini masih melakukan pendalaman terkait identitas dari pengedar sabu tersebut.

“Masih kita dalami, namun dari laporan penjualnya berlokasi di Pampang,” katanya.

Dirinya juga belum bisa memastikan hasil test urine dan berat sabu yang ditemukan, sebab masih dilakukan pemeriksaan laboratorium.

“Masih dilakukan uji lab, jadi beratnya belum bisa kami pastikan, karena biasanya itu (sabu) tidak murni. Sekitar 6 hari itu sudah keluar hasilnya,” jelasnya.

Berdasarkan hal ini, keempatnya diancam dengan hukuman pidana penjara paling singkat 4 tahun, dan paling lama 12 tahun, serta denda paling sedikit Rp800 juta dan maksimal Rp 8 miliar. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya