Urai Kerumunan, Satgas Raika Turunkan 1.000 Personel, Bergerak di 14 Kecamatan

26 April 2021 22:50
Urai Kerumunan, Satgas Raika Turunkan 1.000 Personel, Bergerak di 14 Kecamatan

POSMAKASSAR.COM — Tingkat penyebaran kasus Covid-19 di Kota Makassar terus melandai. Namun hal tersebut tak membuat pemerintah terlena.

Pemeritah Kota Makassar kini telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengurai Keramaian atau yang disingkat Satgas Raika.

Satgas ini akan bertugas mengurai keramaian di tempat umum seperti di cafe-cafe, restoran, tempat nongkrong dan pusat perbelanjaan hingga memantau lokasi perbatasan.

Walikota, Danny Pomanto meminta pemantauan Satgas ini dilakukan secara massif dan persuasif.

“Jadi Satpol kita turun langsung mengurai keramaian yang ada. Kita harus terus sosialisasikan protokol kesehatan dengan ketat. Sebagai salah satu garis besar terciptanya 
Makassar Recover yakni Adaptasi sosial,” harap Danny, dalam rapat koordinasi di Balaikota, Senin (26/4/2021).

Dengan begitu, Danny berharap Kota Makassar 
akan keluar menjadi kota pertama terbebas Covid-19 di Indonesia.

Tak hanya itu, ia juga berharap pemulihan ekonomi cepat terealisasi.

Dalam rapat kordinasi tersebut, Danny juga menekankan agar program vaksinasi terus dilakukan ke semua warga Kota Makassar terkhusus guru, Lansia dan anak-anak sekolah, untuk persiapan sekolah tatap muka.

Rencananya juga, skema vaksin akan diperkecil dari RT ke RT. Event-event pun, kata Danny akan ditindaki lebih tegas jika mengadakan keramaian tanpa protokol kesehatan. Ijin pembuat kegiatan akan dicabut.

“Seminggu sebelum lebaran tim detektor Makassar Recover akan turun langsung untuk mempercepat pergerakan Makassar Recover. Tim Raika juga punya tugas yang sangat penting dalam menentukan berhasil tidaknya Makassar keluar dari pandemi,” tutur Danny.

Waspadai Musim Mudik

Pemerintah Kota Makassar juga mewaspadai musim mudik lebaran tahun ini. Banyak yang berencana mudik. Karenanya, Danny menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan mudik lebaran.

“Kita ikuti instruksi pemerintah pusat, ini usaha pemerintah untuk mengurangi lonjakan Covid-19. Ini wajib kita laksanakan. Seluruh ASN, Kontrak sekalipun tidak ada yang mudik. Kita belajar dari India,” kata Danny.

Rapat Kordinasi tersebut dihadiri oleh Ketua Makassar Recover, Plt Kadis Kesehatan, Plh Kadis Pariwisata, Plt Kadis Pendidikan, Kadishub, Kasatpol PP dan Master Covid-19.

Sementara itu, Wakil Walikota Makassar, Fatmawati Rusdi, menginstruksikan agar Satgas pengurai kerumunan (Raisa) segera bekerja.

Fatmawati berharap Senin (26/4/2021) hari ini, SK Satgas Raika sudah keluar agar bisa langsung bekerja. Nantinya, Satgas ini juga akan turun ke tempat-tempat ibadah, mal, dan tempat keramaian lainnya, untuk mensosialisasikan protokol kesehatan.

“Hal ini kita lakukan berdasarkan instruksi Presiden Joko Widodo dan arahan dari Mendagri Tito Karnavian yang baru-baru ini mengunjungi kantor Balai Kota Makassar. Apalagi saat ini banyak kita terima keluhan masyarakat bahwa ada tempat keramaian seperti mal dan tempat ibadah tidak mengindahkan protokol kesehatan,” ucapnya.

Fatmawati juga meminta pihak kecamatan berembuk untuk mempersiapkan berapa personelnya yang akan diterjunkan dalam kegiatan satgas ini.

“Kami minta seluruh camat mengindentifikasi lokasi titik keramaian yang akan didatangi selama bulan Ramadan ini dibantu unsur TNI, Polri, dan Satpol PP karena satgas ini terus berlanjut hingga Idul Fitri,” ungkapnya.

Senada dengan Danny, Fatmawati juga meminta Satgas Raika dalam memberikan imbauan kepada masyarakat, dilakukan dengan pendekatan secara humanis dan persuasif.

“Ini sudah sering kita laksanakan sebelumnya, saat pertama kali pandemi, Prokes ini yang harus kita tegaskan lagi kepada masyarakat kita, biar mereka paham tetapi dengan pendekatan humanis dan persuasif,” jelasnya.

Sedangkan Kasat Pol PP Makassar, Iman Hud menjelaskan, guna mendukung pelaksanaan Satgas Raika pihaknya menerjunkan ratusan personel.

“Untuk mencegah penularan kami kerahkan 500 personel Satpol PP, 200 orang di Balai Kota dan 300 orang disebar di kecamatan didukung Dishub, Damkar, dan BPBD,” terang Iman. 

Dengan demikian, melalui Satuan Tugas Pengurai Kerumunan (Satgas Raika) Satpol PP Kota Makassar akan menurunkan 1000 personel secara serentak di seluruh wilayah Kecamatan

“Mulai hari ini resmi kita turunkan personil dibantu oleh TNI-Polri melakukan pengawasan di lapangan. Mulai sebentar langsung bergerak,” kata Iman, yang dikonfirmasi, Senin (26/4/2021).

Pembentukan Satgas Raika berdasarkan Perwali 51 dan 53 terkait kerumunan dan cara penanganannya. Sasaran pengawasan adalah tempat ibadah, cafe, restoran, mal, dan tempat keramaian lainnya.

Menurut Iman, dalam aturan ada waktu tertentu melakukan aktivitas operasional, bahkan Satgas Raika bakal disiagakan di tempat yang dianggap rawan keramaian

“Sebenarnya sih lebih bagus kalau di setiap tempat usaha sudah ada masterguardnya, atau petugasnya sehingga kita tidak perlu lagi menempatkan petugas di sana,” ungkapnya

Olehnya, Iman mengingatkan bagi pelaku usaha untuk tetap menjaga protokol kesehatan, pasalnya akan ada sanksi tegas jika berani melanggarnya

“Kalau ada kerumunan, salah satu bentuk sanksinya ya dibubarkan, dan saya rasa membubarkan bukan pertama kalinya kita lakukan,” jelasnya.

Sementara, Sekretaris Satpol PP Kota Makassar M Iqbal Asnan menyebut bahwa Satgas Raika tetap akan memberikan porsi penegasan bagi pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan

Selain tempat usaha, lanjut Iqbal, fasilitas umum juga menjadi perhatian khusus Satgas Raika dengan melakukan pemantauan terhadap aktifitas masyarakat

“Pada prinsipnya setiap ada keramaian dan kerumunan dimasyarakat akan kita bubarkan apalagi keramaian tidak menjamin semua sehat atau bebas dari covid-19,” tutur Iqbal.

Iqbal juga mengimbau seluruh warga Kota Makassar agar dapat lebih disipilin bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri tetapi juga bagi orang lain. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya