Tipu Warga Rp 300 Juta Masuk TNI, Caleg Gagal Asal Gowa Masuk Bui

27 May 2021 15:36
Tipu Warga Rp 300 Juta Masuk TNI, Caleg Gagal Asal Gowa Masuk Bui

POSMAKASSAR.COM – NH (45) terpaksa berurusan polisi lantaran menipu 2 warga dengan modus dapat menjamin kelulusan dalam seleksi Secatam TNI-AD.

Kasus penipuannya tersebut berawal saat korban berinisial SR bersama anak mantunya berkunjung ke rumah pelaku disalah satu perumahan di Kab Gowa kemudian dengan mengeluarkan air mata SR menceritakan ketidaklulusan anaknya mengikuti seleksi Secatam TNI-AD tahun 2020 lalu dihadapan pelaku dan istrinya.

Mendengar kesedihan korban lalu pelaku NH (45) menawarkan diri membantu anak korban agar lulus seleksi Secatam TNI AD tahun 2020. Untuk meyakinkan korban lalu pelaku menyebutkan nama salah seorang pejabat di Kodam tersebut.

Bak gayung bersambut, SR lalu pulang ke kampung halaman di Sapaya Kec Bungaya Kab Gowa menemui korban, UH (korban) lalu menceritakan bahwa pelaku dapat mengurus anak anak mereka menjadi anggota TNI-AD

” Pelaku mengiming-imingi korban dapat lulus masuk dalam seleksi secatam TNI-AD Kodam XIV Hasanuddin dengan menyakinkan korbannya jika mengenal perwira tertinggi di kodam Hasanuddin,” ujar kasubag humas Polres Gowa, AKP M Tambunan, Kamis (27/05/2021).

Perempuan SR dan korban kemudian menemui pelaku di rumahnya untuk menanyakan biaya yang harus disiapkan dalam seleksi tersebut kemudian, pelaku menjelaskan bahwa biaya pengurusan setiap calon sebesar Rp 150 Juta.

Karena tidak sabar kemudian pelaku menghubungi korban untuk menyiapkan uang yang telah disepakati. Karena belum memiliki dana sebesar itu lalu korban menyerahkan uang tanda jadi sebesar Rp. 20 juta selanjutnya secara bertahap menyerahkan sisa uang dengan cara tunai dan transfer ke Rekening pelaku hingga mencapai Rp. 130 juta

Dari hasil interogasi terhadap beberapa orang saksi diantaranya istri pelaku, diduga SR juga merupakan korban penipuan yang sama dengan kerugian Rp. 147 juta namun, hal yang menimpanya belum dilaporkan secara resmi karena ingin uangnya dikembalikan oleh pelaku.

Biaya pengurusan dari penipuannya tersebut digunakan pelaku untuk menikah kembali di Morowali (istri ke 4) selain itu menggunakan uang untuk berfoya-foya dan biaya penginapan.

Mengetahui anak dari kedua korban tidak lulus seleksi selanjutnya pelaku kabur ke rumah istri yang baru dinikahinya di Kab Soppeng lalu memutus komunikasi dengan korbannya.

Pelaku kini telah ditahan, dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya