Motif Cemburu Sesama Jenis, Kasus Mayat Terbakar di Maros Ternyata Korban Pembunuhan

17 June 2021 19:30
Motif Cemburu Sesama Jenis, Kasus Mayat Terbakar di Maros Ternyata Korban Pembunuhan

POSMAKASSAR.COM – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menggelar Press Conference terkait pengungkapan kasus penemuan mayat terbakar di Kampung Tompo Ladang, Desa Padaelo, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, pada Jumat (11/6/2021) lalu.

Press Conference ini dipimpin langsung Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam bersama Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan dan Direskrum Polda Sulsel, Kabid Dokkes dan Ka labfor Polda Sulsel dengan menghadirkan tersangka dan barang bukti yang digunakan menghabisi korbannya.

Dihadapan para media, Kapolda Sulsel menjelaskan identitas korban yakni seorang pria berinisial R (20) beralamat di Tamalate No 3, Kelurahan Kalegowa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Menurut Kapolda Sulsel ini, saat ini pihaknya juga telah mengungkap para tersangka yang berumlah 9 orang yaitu, MA(19), DAS(19), FS(16), seorang wanita H (23), AP (19), TH (22), AI (17), MAN (16), dan Dion masih DPO.

Adapun motif pembunuhan dan pembakaran mayat ini, katanya, karena salah satu tersangka, MA cemburu dan sakit hati karena korban mempunyai hubungan sesama jenis dengan lelaki lain.

“Para pelaku ada 9 orang dan berhasil ditangkap 8 orang sementara 1 orang masih DPO,” ujar Kapolda Sulsel, Merdisyam, Kamis (17/7/2021).

Kronologi awal kasus ini, lanjutnya, yaitu bermula pada TKP penjemputan, Senin (7/7/2021) pukul 09.00 Wita. Tersangka MA dan Korban Rian berkomunikasi melalui FB, pelaku mengajak korban bertemu di Hotel Wisata II, Jalan Haji Bau, Kelurahan Kunjung Mae, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar. Korban pun setuju dengan syarat, tersangka izin ke kakak korban dengan alasan hendak ke Malino.

Kemudian saksi AI menjemput tersangka, selanjutnya dengan motor menuju rumah korban di Jalan Pallantikang, Kabupaten Gowa. Mereka meminta izin ke Reza (kakak korban) untuk dibawa ke Malino.

Dari rumah korban, mereka selanjutnya menuju ke hotel Wisata II dengan kendaraan roda dua (motor), dimana korban di posisi paling belakang. Dalam perjalanan, pelaku kemudian mengambil Handphone (HP) milik korban dan melihat isi percakapan korban di WhatsApp dan Facebook dan berakibat pelaku MA cemburu.

Pada pukul 21.00 Wita, tersangka, saksi dan korban tiba di TKP (hotel Wisata II) Jalan Haji Bau Makassar. Namun, saksi AI kembali ke tempat kerjanya, dan tersangka MA, DAS dan korban masuk ke hotel menuju kamar 405. Dalam kamar tersebut, sudah ada Dion dan dua orang pria lainnya.

Keesokan harinya, pada Selasa (8/7/2021) pukul 02.00 Wita, saat tersangka Dion, bersama dua orang lelaki temannnya tertidur, korban dan MA melakukan hubungan seksual sesama jenis. Kemudian, pada pukul 05.00 Wita, terjadi pengeroyokan terhadap korban oleh MA dan rekan- rekannya.

Sekitar pukul 09.00 Wita, korban dibawa MA, Dion, DAS, ke rumah tersangka H di Jalan Sungai Limboto, Kota Makassar dengan taxi online. Disana, korban mencoba melarikan diri, hingga pelaku MA marah dan kembali menganiaya korban dengan tangan kosong dan ikat pinggang.

Pada Kamis (10/7/2021), sekitar pukul 06. 00 Wita , korban ternyata sudah meninggal dunia. Mengetahui hal tersebut, para pelaku berencana membawa jasad korban ke Sulteng, karena masalah biaya dan jauhnya lokasi, para tersangka memutuskan membuang jasad korban di Camba, Kabupaten Maros.

Pada Jumat (11/7/2021), sekitar pukul 04.00 Wita , dengan menggunaan mobil rental merk Mobilio, para tersangka membawa jasad korban ke Camba. Sebelumnya, mereka singgah di Alfamidi, membeli 2 botol Air 1.500 Ml, dan botolnya diisi 2 bensin yang dibeli di Moncong Loe.

Setiba di Kampung Tompo Ladang, Mallawa, Kabulaten Maros, para pelaku menurunkan jasad korban di pinggir jalan lalu membakarnya. Para pelaku kemudian kembali ke rumah H pada pukul 11.30 Wita. Sementara pelaku DAS sempat mengecek kembali ke lokasi mayat.

Sementara Kabid Humas Poda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan menambahkan, modus operandi tersangka, yaitu awalnya faktor kecemburuan.

Setelah MA berhubungan seksual sesama jenis dengan korban, kemudian pelaku lainnya DAS, AP TH, AI, dan MAN beralibi bahwa korban adalah pelaku pencurian HP di Hotel Wisata II, lalu mereka melakukan kekerasan terhadap korban, hingga korban pendarahan di kepala, wajah dan badan. Setelah itu, korban dibawa ke rumah H, di Jalan Sungai Limboto, lalu disekap, dan pelaku MA kembali memukul korban dengan tangan kosong dan ikat pinggang hingga meninggal dunia.

“Setelah korban meninggal dunia pelaku MA DAS, H, FS sepakat menghilangkan jejak pembunuhan terhadap korban dengan upaya melakukan pembakaran jasad korban di daerah Camba, Kabupaten Maros,” ungkap Kabid Humas. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya