Bobol Kantor Pegadaian, Oknum Mahasiswa di Makassar Diciduk Polisi

02 July 2021 00:36
Bobol Kantor Pegadaian, Oknum Mahasiswa di Makassar Diciduk Polisi

POSMAKASSAR.COM – Seorang oknum mahasiswa salah satu kampus ternama di Kota Makassar, diciduk polisi setelah terlibat aksi pembobolan dan pencurian di salah satu Kantor Pegadaian Syariah, dikawasan Jalan Sunu, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar.

Mahasiswa berinisial AA (22) yang juga merupakan nasabah pada Kantor Pegadaian tersebut, ditangkap Unit Resmob Polsek Bontoala setelah diketahui mencuri barang berupa delapan handphone (hape) dan tiga unit laptop.

Kapolsek Bontoala, AKP Syamsuardi mengatakan, AA ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan. Aparat dari Polsek Bontoala juga menyita barang bukti berupa delapan unit hape dan tiga laptop hasil curiannya.

Pelaku AA disebut mengambil barang curiannya dengan cara membobol brangkas kantor pengadaian tersebut.

“Dalam aksinya, pelaku ini sempat terekam kamera CCTV saat membobol pintu Pegadaian. Kejadianny tanggal 21 Juni lalu, dan dilaporkan ke kami, sehingga dalam tempo 2 x 24 jam pelaku berhasil kami amankan bersama barang buktinya” ujar AKP Syamsuardi kepada wartawan, Kamis (1/7/2021) malam.

Menurut AKP Syamsuardi, modus pelaku AA bisa masuk ke Pegadaian itu, yakni dengan cara menjadi orang kepercayaan karyawan di Kantor Pegadaian itu. Pelaku dipercaya karena memang merupakan nasabah tetap.

“Modusnya, pelaku ini sering keluar masuk ke Pegadaian untuk gadaikan barangnya (jadi nasabah tetap). Sehingga dia akrab dengan karyawan, lalu pinjam kunci dan dibawa pulang untuk digandakan,” katanya.

Setelah kunci itu digandakan, lanjut AKP Syamsuardi, pelaku AA pun mengembalikan kunci asli kantor Pegadaian itu. Lalu tak lama, setelah kantor sepi, pelaku pun masuk menggunakan kunci lain yang telah ia gandakan itu, pada 21 Juni 2021 lalu.

“Mengetahui barang-barang di kantor itu hilang, akhirnya pihak Pegadaian mengecek CCTV dan melihat pelakunya adalah AA,” tambahnya.

Sementara itu, pelaku AA di hadapan polisi mengakui semua perbuatannya. Menurutnya, dia nekat melakukan aksi pencurian itu lantaran sakit hati karena ponsel yang ia jaminkan hilang di Pegadaian.

“Atas dasar kekecewaan saya pak, hape saya hilang dan sama sekali belum ada pertanggungjawaban dari pihak Pegadaian. Hape tersebut nilainya berharga sama pekerjaan saya pak,” ungkap AA.

Dia mengaku sudah meminta pertanggungjawaban dari pihak Pegadaian. Namun tidak sesuai yang ia harapkan.

“Sudah minta pertanggungjawaban, tapi bagi saya tidak adil, karena saya disuruh dulu mengganti uang seniai dari hape tersebut,” bebernya.

Akibat perbuatannya, AA dijerat pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.(*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya