Tiga Bulan Satgas Raika Bertugas, Sebanyak 4.302 Meja dan Kursi Disita

02 July 2021 15:58
Tiga Bulan Satgas Raika Bertugas, Sebanyak 4.302 Meja dan Kursi Disita

POSMAKASSAR.COM – Sejak dilaunching pada 27 April 2021 lalu, Satuan Tugas (Satgas) Pengurai Kerumunan (Raika) telah melakukan penyitaan meja dan kursi sebanyak 4302 unit dari sejumlah warkop dan cafe.

Ketua Satgas Raika, Iman Hud menjelaskan,
dari jumlah 4302 unit itu, rinciannya sebanyak 203 meja dan 4099 kursi yang telah disita. Namun sebanyak 3400 unit sudah dikembalikan, jadi sisa 902 yang masih disita.

Penyitaan dilakukan lantaran para pelaku usaha tersebut berulang kali melanggar Surat Edaran Walikota Makassar, terkait aturan pembatasan jam operasional yang telah ditentukan.

“Sudah tiga bulan, kita lakukan tekanan untuk memberikan efek jera kepada masyarakat dan pelaku usaha, karena kita tidak bisa berharap lebih jauh mengenai kesadaran, karena kesadaran itu hanya waktu yang bisa jawab kapan sadar,” ujar Iman Hud kepada wartawan, Jumat (2/7/2021).

Sehingga menurut Iman, kepatuhan itu harus berbanding lurus dengan penindakan hukum yang memiliki sanksi.

Adapun sanksi yang diberikan berupa sanksi teguran, penyitaan, dan penyegelan tempat usaha.

“Misalkan hari ini kita berikan teguran sebagai sanksi pertama, dalam berita acara pemeriksaan singkat, kita menyampaikan apabila anda melanggar lagi maka kita akan sita kelengkapan usaha sebagai barang bukti, dan kami akan sita selama tiga hari,” jelasnya.

“Kemudian kita temukan lagi ketiga kalinya, maka kita tahan selama satu minggu, kali ketiganya, kita tahan selama 1 bulan, kalau keempat kalinya masih mengulangi, maka dilakukan penyegelan tempat usaha,” lanjutnya.

Iman menjelaskan, penyegelan yang dilakukan memiliki kategorisasi, yaitu permanen dan sementara.

“Jadi kitakan penegakan hukum itu harus ada laporan hasil pemeriksaan, jadi berita acara pemeriksaan itu yang menentukan sanksinya orang, kalau dia sudah berulang kali, maka bisa saja penyegelan permanen atau izin dicabut,” jelasnya.

Iman mengatakan, jika menurut fakta di lapangan masih ada beberapa pelaku usaha yang buka di atas jam operasional.

Namun, katanya kontrol sosial dari masyarakat memudahkan kerja-kerja Satgas Raika dalam melakukan pengawasan.

“Kita juga bersyukur karena kontrol sosial yang dilakukan masyarakat, saya mendapat ratusan, puluhan pesan singkat (sms) di 112 mengenai ketidak patuhan usaha,” katanya.

“Bahkan ada yang main kucing-kucingan dengan kami, memang susah, makanya ini hal dilematis yang harus kita sikapi dengan equality before the Law, dengan melihat humanisme, dan persuasif,” lanjutnya.

Iman pun tidak memungkiri, jika ketidak patuhan para pelaku usaha dikarenakan faktor ekonomi.

“Kedua memang berat, karena yang terdampak ini pendapatannya tidak ada. Kemudiaan ada anak istrinya, mana bisa imunitas kuat kalau tidak ada pendapatan, ini memang dilematis,” katanya.

Namun, Iman mengimbau agar masyarakat bersabar terkait kondisi ini, sebab kesehatan masyarakat berada diatas segalanya 

“Memang kalau kita lihat kasus Covid masih mengalami peningkatan. Namun jika tidak dilakukan pembatasan, bisa saja kenaikan bisa lebih parah lagi,” tutupnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya