Shalat Idul Adha di Masjid dan Lapangan Ditiadakan, Danny: Wajib Selamatkan Jiwa Manusia

18 July 2021 10:03
Shalat Idul Adha di Masjid dan Lapangan Ditiadakan, Danny: Wajib Selamatkan Jiwa Manusia

POSMAKASSAR.COM — Pemerintah Kota Makassar resmi meniadakan shalat Idul Adha di masjid dan lapangan. Warga diimbau di rumah saja.

Walikota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengatakan, keputusan ini diambil berdasarkan surat edaran (SE) Menteri Agama yang melarang pelaksanaan Idul Adha untuk wilayah zona berbahaya seperti zona merah dan oranye.

Apalagi saat ini, Kota Makassar masih berstatus zona oranye penyebaran Covid-19. Sehingga masuk daftar daerah yang dilarang.

“Terutama merujuk surat edaran dari Menteri Agama yang melarang penyelenggaraan salat Idul Adha di Masjid maupun di lapangan, dianjurkan salat Idul Adha di rumah saja,” kata Danny, Sabtu (17/7/2021) malam.

“Nah, begitu juga dengan instruksi Mendagri, surat edaran terkait PPKM, kemudian dilengkapi dengan Surat Edaran Gubernur tentang Salat Idul Adha pada zona yang diizinkan, karena kebetulan kita masih merah dan oranye,” sambungnya.

Danny mengungkapkan, keputusan ini bukan dari Pemerintah Kota Makassar saja, namun melibatkan organisasi Islam, ulama, dan imam masjid. Termasuk Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Makassar.

“Shalat Idul Adha itu sunah, wajib adalah menyelamatkan jiwa manusia, maka saya bersama Forkopimda berunding dan memutuskan mengikuti secara utuh surat edaran Menteri Agama tentang salat Idul Adha di zona oranye dan zona merah, yaitu shalat Id di rumah saja,” tambah Danny.

Selain merujuk surat Menteri Agama, angka Covid-19 di Kota Makassar juga mengalami kenaikan. Meski sebelumnya pada pelaksanaan shalat Idul Fitri tetap dilakukan di Makassar sebab kasus Covid-19 saat itu hanya 12 kasus per hari.

“Pada posisi sekarang, sudah 340 terkena Covid-19,” terang Danny.

Mengenai status zona Covid-19 untuk Kota Makassar, Danny menyebut masih dalam status oranye. Tetapi, belakangan, pihaknya mendapat laporan jika sudah berubah menjadi status zona merah.

“Tadi saya dapat kabar, dari Pak Kapolrestabes kita sudah zona merah. Ya, seperti itu. Jadi saya harus meng-cross-check ini,” sebutnya.

“Tapi yang jelas di komputer (data) pemerintah pusat, kita masih zona oranye. Tapi zona merah atau oranye, jelasnya kita kena dalam aturan itu (Kemenag),” tutup Danny. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya